Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Bursa Efek Indonesia (sumber: Http://ANTARAFOTO.com)
Dream - Dua indeks acuan saham syariah kompak bergerak melemah menghadapi konsolidasi pelaku pasar. Aksi asing yang melakukan jual saham juga ikut menekan laju bursa saham Indonesia.
Pelaku pasar tampaknya cukup khawatir dengan pengumuman pemerintah China yang menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonoi negaranya.
Pada penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis, 5 Maret 2015, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) melemah 0,292 poin (0,17%) ke level 173,562.
ISSI memang mengawali sesi perdagangan di zona hijau. Namun aksi konsolidasi dan ambil untung pelaku pasar memaksa indeks syariah keluar masuk zona merah.
Indeks ISSI sempat menyentuh level tertinggi 174,558 sebelum akhirnya menutup perdagangan di level terendah 173,562.
Sebanyak 89 emiten syariah mengakhiri sesi perdagangan di zona hijau. Sementara hanya terpaut satu emiten, sebanyak 88 saham syariah melaju lemah.
Transaksi perdagangan saham syariah mencapai Rp 3,36 triliun dengan 26,74 miliar saham yang beralihtangan.
Kondisi tak berbeda dialami Jakarta Islamic Index (JII). Indeks saham bluechips syariah ini melemah 1,299 poin (0,18%) ke level 722,088.
Turunnya harga saham dari 14 emiten bluechips syariah sudah cukup menyeret JII masuk zona merah. Upaya 13 emiten lainnya yang bergerak menguat kurang mampu mengangkat JII dari pelemahannya.
Tercatat 8,037 miliar saham unggulan syariah di perdagangkan pelaku pasar dengan nilai transaksi mencapai Rp 2,31 triliun.
Kinerja lebih baik dialami Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Meski dilanda aksi jual jelang penutupan, IHSG sanggup bertahan di zona hijau dengan menguat tipis 2,888 (0,05%) ke level 5.450,947.
Emiten di sektor perdagangan memimpin penguatan IHSG dengan mencetak kenaikan 0,59 persen. Diikuti pertambangan 0,42 persen dan infrastruktur 0,21 persen.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya