Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Sejumlah Siswi Sekolah MIN Pembangunan Mengamati Buku Pengetahuan Islam Dalam Pameran "Islamic Book Fair 2015" Di Istora Senayan, Jakarta , Selasa (3/3). Sebanyak 415 Stand Meramaikan Pameran Buku Terbesar Di Indonesia Bertemakan Di Bawah Naunga
Dream - Di tengah menurunnya minat baca generasi muda Indonesia, tidak seketika membuat industri perbukuan sepi. Minat masyarakat muslim terhadap buku, khususnya buku-buku referensi Islam, seolah tak pernah terpuaskan.
Penerbit Pustaka Imam Syafii mengaku peminat buku referensi Islam masih sangat besar. Bukan hanya dalam negeri, buku-buku Islami buatan penerbit di Tanah Air bahkan laris sampai mancanegara.
" Alhamdulillah, bagus. Paling banyak yang dicari adalah mushaf, tafsir, kumpulan doa, dan beberapa kitab fiqih terjemahan," ujar Staf Bagian Pemasaran Pustaka Imam Syafii, Fauzi, saat berbincang dengan Dream.co.id di Jakarta.
Fauzi mengatakan pangsa pasar buku Islami masih sangat luas. Penerbitnya bahkan harus melayani permintaan buku referensi Islam dari sejumlah negara tetangga seperti Malaysia dan Brunei Darussalam.
" Mereka maunya buku-buku dari kita, meski ada penerbit lain yang juga menerbitkan buku sama," ungkapnya.
Harus diakui tak semua penerbit menikmati masa-masa panen permintaan. Meski lesu, penerbit Mizan masih bisa menyiasati kondisi ini dengan menerbitkan buku-buku populer. Strategi ini terbukti ampuh karena penjualan buku-buku Islam populer terus meningkat.
" Kebanyakan yang datang pelajar, minatnya ke novel dan buku-buku populer," ungkap Staf Pemasaran Mizan area Jabodetabek, Andi Supriadi.
Andi mengakui penjualan buku referensi Islam terbitan Mizan mengalami penurunan. Tetapi, dia tidak dapat menyebutkan alasan mengapa hal itu terjadi.
" Hanya ada beberapa orang dewasa yang membeli buku seperti karangan Quraish Shihab," katanya.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya