Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi
Dream- Menjadi pengemis kerap dimanfaatkan segelintir orang untuk mencari uang tanpa mau bersusah payah. Bermodal belas kasih orang, para pengemis bahkan bisa hidup serba berkecukupan.
Tengok saja pengakuan para pengemis di Sukabumi, Jawa Barat. Dalam sebulan, para peminta ini sanggup mengantongi penghasilan hingga Rp 15 juta.
Para pengemis kaya juga bisa memiliki rumah mewah. Hunian yang tak sanggup dimiliki kebanyakan masyarakat biasa. Tak cukup di situ, tak jarang terdapat pengemis yang bisa memiliki dua istri.
Kepala Seksi Penegakan Perda dan Peraturan Kepala Daerah Satpol PP Kota Sukabumi Sudradjat seperti dikutip dari situs sukabumi.go.id, Rabu, 4 Maret 2015 mengatakan, para pengemis setiap harinya bisa mengantongi uang antara Rp 750 ribu hingga Rp 800 ribu.
" Terlebih pada hari besar, penghasilan para pengemis ada yang bisa mencapai Rp 1 juta," katanya.
Para pengemis yang beroperasi di Sukabumi kebanyakan merupakan warga pendatang. Faktor ekonomi, tidak memiliki pekerjaan, dan keterbatasan fisik kerap disebut sebagai alasan terjun ke dunia mengemis.
Kepala Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kota Sukabumi, Deden Solehudin, berharap masyarakat ikut berupaya mengurangi bertambahnya gelandangan dan pengemis dengan cara tidak memberi uang.
Deden justru menghimbau warga menyumbangkan sebagian rezekinya kepada anak yatim, atau kepada jompo yang tidak memiliki penghasilan. (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya