Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi
Dream - Tak mau kalah dengan negara-negara Timur Tengah, Mesir kini tengah membangun pencakar langit. Bernama Zayed Crystal Spark, menara pencakar langit tertinggi Negeri Firaun ini bakal menjulang setinggi 200 meter.
Bangunan yang berlokasi di Sheikh Zayed City, Provinsi Giza akan menjadi satu-satunya pencakar langit tertinggi di Mesir.
Jika tak ada aral melintang, Kementerian Perumahan mengungkapkan menara pencakar langit ini akan diresmikan selama Economic Summit yang digelar pada 13-15 Maret di kota Sharm El-Sheikh.
Untuk mewujudkan ambisinya ini, pembangunan gedung pencakar langit ini diperkirakan menelan biaya US$ 19,7 miliar. Proyek ini merupakan bagian perluasan 6th of October City di bagian selatan.
Zayed Crystal Spark akan dibangun di atas lahan seluas 190 hektar melalui kemitraan antara pengembang real estate dan New Urban Communities Authority (NUCA), kata Menteri Perumahan Mostafa Madbouly ungkap dailynewsegypt.com seperti dikutip Dream dari laman Emirates247, Rabu, 4 Maret 2015.
Rencananya, gedung tersebut memiliki fasilitas komersial, administratif dan hiburan.
Dibandingkan Indonesia, gedung tertinggi di Mesir ini masih kalah jauh. Indonesia sesumbar akan membangun gedung tertinggi di dunia yang menjual 530 meter. Gedung ini bakal diberi nama Pertamina Tower dan menjadi ikon baru ibukota.
Sheikh Zayed City merupakan daerah metropolitan baru dan salah satu kota yang dibangun pada tahun 1995 melalui hibah Sheikh Zayed dari Uni Emirat Arab yang difasilitasi oleh Abu Dhabi Fund for Development.
Kota yang terbagi menjadi 20 kecamatan dari empat lingkungan terletak di Provinsi Giza dan dianggap perpanjangan alami dari Greater Cairo.
Kota ini memiliki fasilitas modern seperti rumah sakit, sekolah, air bersih dan listrik, serta taman hijau yang meliputi sekitar 40 persen dari total luas kota.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya