Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Bursa Efek Indonesia (sumber: Http://merdeka.com)
Dream - Indeks acuan saham syariah berhasil bertahan di zona merah di kala pelaku pasar mulai menahan diri menggelar aksi beli. Kenaikan terjadi di kala Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah.
Investor asing tampaknya belum mengendurkan aksi belinya di pasar modal Indonesia. Meski mulai berkurang, asing masih membukukan nett buy dengan nilai Rp 311 miliar.
Pada penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa, 3 Maret 2015, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) naik tpis 0,014 poin (0,01%) menuju level 175,145.
Aksi beli pemodal jelang penutupan perdagangan membawa 85 emiten syariah bergerak menguat. Namun, pemodal yang menahan diri memaksa 104 emiten syariah turun ke zona merah dan 58 lainnya bertahan stagnan.
Transaksi perdagangan saham syariah mencapai Rp 4,66 triliun dengan 34,57 miliar saham beralihtangan.
ISSI memang harus berusaha keras untuk menembus zona hijau. Bahkan indeks acuan saham syariah ini harus jatuh ke level terendah 174,972 jelang sesi penutupan.
Munculnya aksi beli investor di menit-menit akhir perdagangan berhasil mengangkat ISSI dari zona merah.
Kinerja lebih baik justru dibukukan saham-saham bluechips syariah. Meski didominasi 16 emiten yang bergerak melemah, Jakarta Islamic Index (JII) sama sekali tak sempat menyentuh zona negatif.
Indeks JII sore ini menutup perdagangan dengan menguat 1,593 poin (0,22%) ke level 730,204. Kenaikan harga saham dari 11 emiten membantu JII tetap mencetak rekor barunya.
Sebanyak 8,67 miliar saham bluechips syariah diperdagangkan pelaku pasar dengan nilai Rp 3,16 triliun.
Meski melaju positif, JII tak luput dari tekanan. Terlihat dari pergerakan JII yang semakin tertekan jelang penutupan perdagangan. Indeks JII sempat menyentuh level terendah 729,194, atau masuih di zona hijau.
Di kala dua indeks acuan saham syariah berhasil melaju positif, IHSG justru tak sanggup bertahan di zona hijau. Aksi jual jelang berakhirnya sesi perdagangan memaksa IHSG terkoreksi 3,212 poin (0,06%) ke level 5.476,619.
Lantai bursa dipenuhi 169 penghuni yang bergerak melemah. Sementara hanya 143 emiten yang mencetak kenaikan harga dan 100 lainnya stagnan.
Bursa saham Indonesia kali ini dipenuhi aksi jual beli 66,52 miliar saham dengan nilai transaksi menembus Rp 7,20 triliun.
Emiten di sekto properti mencetak penurunan terdalam hingga 0,98 persen, diikuti pertambang 0,63 persen, dan industri dasar 0,35 persen.
Sementara emiten di sektor industri aneka dan perdagangan memimpin kenaikan usai menguat 1,38 persen dan 0,34 persen.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya