Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi Kecelakaan Ferrari (Inautonews)
Dream - Dalam sidang koroner di pengadilan Derby and South Derbyshire disebutkan, seorang pebisnis tewas seketika sekitar empat menit setelah menjajal Ferrari 458 Spider.
Diberitakan Daily Mail, Senin 2 Maret 2015, Keith Poynton (49) tewas di tempat setelah tak bisa mengendalikan laju Ferrari ketika berbelok tajam. Dengan kecepatan yang diperkirakan mencapai 320 km per jam, mobil yang dikemudikan Poynton akhirnya menabrak pohon.
Dalam peristiwa di Linton, Derbyshire, April tahun lalu itu, Poynton juga mencederai puteranya, Tom (25), seorang pemain kriket untuk tim Derbyshire.
Ferrari seharga 200 ribu pound sterling itu milik ketua klub kriket Derbyshire, Chris Grant, yang baru saja membelinya saat kecelakaan itu terjadi.
Ian Phillips, petugas penyidik di bagian koroner Derby and South Derbyshire, mengatakan terlepas dari pengalamannya, Poynton tidak mampu mengurangi kecepatan sebelum kecelakaan pada malam 4 April itu.
" Dalam pandangan saya, tabrakan terjadi akibat kesalahan sopir, yang mengemudikan mobil tidak lebih dari empat menit dan, terlepas dari pengalamannya, ia tidak mampu mengurangi kecepatannya saat menikung."
Ditambahkan Phillips, sulit memperkirakan kecepatan mobil, tapi tingkat kerusakan mobil dan lokasi sekitar kecelakaan memperlihatkan Ferrari itu melaju dengan sangat cepat. Untuk diketahui, Ferrari 458 Spider menawarkan waktu akselerasi dari 0 ke 99 km per jam kurang dari 3,4 detik.
Sementara kecepatan maksimum yang aman saat menikung disarankan adalah 70 km per jam, kata Phillips. Tapi entah mengapa, Poynton memacu kendaraannya lebih dari 96 km per jam saat menikung.
Kepada tim penyidik, Tom mengaku terkejut dengan penemuan soal kecepatan mobil yang dipacu oleh ayahnya ternyata begitu tinggi.
" Tak diragukan lagi ayah telah melibatkan saya dalam situasi berbahaya," katanya.
Keith Poynton adalah seorang pebisnis dari Rosliston, Derbyshire Selatan. Dia menjadi direktur Briggs of Burton dan insinyur di bidang industri pembuatan dan penyulingan bir. (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya