Selasa, 20 Oktober 2026 Cari

Tembus 13.000/US$, Rupiah Bakal Rontok Cukup Lama?

Reporter : Syahid Latif
Senin, 2 Maret 2015 18:01
Tembus 13.000/US$, Rupiah Bakal Rontok Cukup Lama?
Pernyataan Gubernur BI dianggap memicu pelemahan dolar AS.

Dream - Pemegang uang dolar AS bisa sedikit tersenyum. Keputusan pemerintah mendorong ekspor telah memaksa rupiah jatuh ke posisi 13.000 per dolar AS.

Data kompilasi Bloomberg mencatat nilai tukar rupiah saat ini jatuh ke level terendahnya sejak enam tahun terakhir.

Pada perdagangan hari ini, rupiah sempat ke level terendah di 13.010 per dolar AS. Hingga penutupan sore hari, rupiah sanggup melawan dan bertengger di level 12.938 per dolar AS.

Penurunan rupiah awal Maret ini merupakan yang kedua kalinya usai pernyataan Gubernur Bank Indonesia (BI), Agus Martowardojo. Bank sentral di Tanah Air itu mengatakan penurunan rupiah akan terus berlanjut seiring membaiknya perekonomian Amerika Serikat.

Di sisi lain, pelemahan ini juga berdampak positif bagi laju ekspor produk Indonesia.

" Pernyataan itu memperlihatkan rupiah kemungkinan akan terus melemah," kata Head of Foreign Exchange Research dari Malayan Banking di Singapura, Saktiandi Supaat seperti dikutip straitstimes.com, Senin, 2 Maret 2015.

Menurut Saktiandi, pergerakan nilai tukar regional saat ini memang terkait erat dengan yuan. Penurunan suku bunga China diperkirakan menekan nilai tukar mata uang Asia.

Dari catatan Bloomberg, Rupiah pagi tadi sempat diperdagangkan di bank lokal di level 12.994 atau turun 0,5 persen. Penurunan ini merupakan terendah sejak November 2008.

Sementara itu data perdagangan kontrak untuk satu bulanke depan tercatat turun 0,1 persen ke level 13.141 per dolar AS.

Beri Komentar