Selasa, 20 Oktober 2026 Cari

Jepang Mulai Buka Diri Untuk Keuangan Syariah

Reporter : Syahid Latif
Senin, 2 Maret 2015 10:30
Jepang Mulai Buka Diri Untuk Keuangan Syariah
Bank Jepang selama ini hanya membolehkan penerbitan surat utang syariah untuk anak usahanya di luar negeri.

Dream - Keuangan Islami tengah menyerbu Jepang. Setelah wisata syariah, kini Negeri Matahari Terbit itu ingin memulai babak baru. Otoritas keuangan Jepang, Japan Financial Services Agency (JFSA) mengaku sedang mempertimbangkan pelonggaran aturan yang memungkinkan bank menyediakan produk-produk keuangan syariah di pasar domestik. 

Dalam pernyataan di situs resmi, JFSA membuka pintu bagi publik yang berniat memberi masukan dan ditunggu hingga 27 Maret 2015. Setelah terkumpul, JFSA akan mengumumkan hasil konsultasi satu bulan kemudian.

Selama ini bank di Jepang memang sudah diperbolehkan untuk menyediakan produk-produk keuangan syariah. Namun strategi ini baru dilakukan melalui anak perusahaan di luar negeri. Bank of Tokyo-Mitsubishi UFJ (BTMU) baru-baru ini menjadi bank umum Jepang pertama yang menerbitkan obligasi syariah atau sukuk.

Langkah Jepang memperbolehkan sukuk dan produk sejenis untuk dibeli dan dijual di dalam negeri akan memberikan dorongan pada sektor keuangan syariah lebih lanjut.

Namun setiap perubahan peraturan akan membuat Jepang berhadapan dengan tantangan bersama yang dialami oleh hukum yang baru memasuki industri keuangan syariah, yaitu perpajakan.

Masalahnya struktur keuangan syariah tertentu, terutama sukuk, dapat menimbulkan pungutan pajak ganda atau bahkan tiga kali lipat karena adanya underlying asset yang mendasari transaksinya.

Tapi hal itu sepertinya tidak menghentikan bank Jepang untuk meningkatkan aktivitas mereka dalam keuangan syariah di luar Jepang.

Beri Komentar