Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Wanita Dengan Pakaian Khas Memenuhi Lantai Bursa Jepang
Dream - Keuangan Islami tengah menyerbu Jepang. Setelah wisata syariah, kini Negeri Matahari Terbit itu ingin memulai babak baru. Otoritas keuangan Jepang, Japan Financial Services Agency (JFSA) mengaku sedang mempertimbangkan pelonggaran aturan yang memungkinkan bank menyediakan produk-produk keuangan syariah di pasar domestik.
Dalam pernyataan di situs resmi, JFSA membuka pintu bagi publik yang berniat memberi masukan dan ditunggu hingga 27 Maret 2015. Setelah terkumpul, JFSA akan mengumumkan hasil konsultasi satu bulan kemudian.
Selama ini bank di Jepang memang sudah diperbolehkan untuk menyediakan produk-produk keuangan syariah. Namun strategi ini baru dilakukan melalui anak perusahaan di luar negeri. Bank of Tokyo-Mitsubishi UFJ (BTMU) baru-baru ini menjadi bank umum Jepang pertama yang menerbitkan obligasi syariah atau sukuk.
Langkah Jepang memperbolehkan sukuk dan produk sejenis untuk dibeli dan dijual di dalam negeri akan memberikan dorongan pada sektor keuangan syariah lebih lanjut.
Namun setiap perubahan peraturan akan membuat Jepang berhadapan dengan tantangan bersama yang dialami oleh hukum yang baru memasuki industri keuangan syariah, yaitu perpajakan.
Masalahnya struktur keuangan syariah tertentu, terutama sukuk, dapat menimbulkan pungutan pajak ganda atau bahkan tiga kali lipat karena adanya underlying asset yang mendasari transaksinya.
Tapi hal itu sepertinya tidak menghentikan bank Jepang untuk meningkatkan aktivitas mereka dalam keuangan syariah di luar Jepang.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya