Selasa, 20 Oktober 2026 Cari

Gagal Menanjak, Indeks Syariah Mulai Menjauh dari Rekor

Reporter : Syahid Latif
Jumat, 27 Februari 2015 16:25
Gagal Menanjak, Indeks Syariah Mulai Menjauh dari Rekor
Sentimen regional dan aksi tunggu pelaku pasar jelang pengumuman data ekonomi membuat indeks bergerak lemah.

Dream - Bursa saham Indonesia akhirnya tak mampu menghindari tekanan jual yang dilakukan pelaku pasar. Pemodal memilih mengambil posisi jelang pengumuman data ekonomi terbaru pekan depan.

Kondisi bursa regional yang didominasi koreksi indeks saham juga membuat pelaku apsar menahan diri masuk lantai bursa.

Pada penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Jumat, 27 Februari 2015, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) melemah 0,647 poin (0,37%) ke level 174,317.

ISSI sebetulnya membuka perdagangan akhir Februari 2015 di zona hijau. Namun tekanan jual yang cukup besar memaksa ISSI jatuh ke teritori negatif.

ISSI bahkan sempat jatuh ke level terendah 174,291 dengan posisi tertingginya di 175,405.

Meski melemah, papan perdagangan ISSI justru penuh dengan emiten yang bergerak menguat. Sebanyak 96 emiten syariah menutup akhir pekan di zona hijau dan 73 lainnya terpuruk di wilayah negatif.

Jelang libur akhir pekan ini pelaku pasar mentransaksikan 37,62 miliar saham bernilai Rp 4,44 triliun.

Nasib tak jauh berbeda dialami indeks saham bluechips syariah. Jakarta Islamic Index (JII) menutup perdagangan dengan melemah 4,687 poin (0,64%) ke level 722,098.

JII yang dibuka menguat ke level 727,172 sempat menyentuh level tertinggi 729,079. Namun aksi jual jelang penutupan perdagangan memaksa JII jatuh ke level terendahnya di level 722,098.

Pelaku pasar mengguyur saham-saham bluechips syariah dengan dana Rp 2,97 triliun dan 9,02 miliar saham yang beralihtangan.

Sama dengan ISSI, papan perdagangan JII juga dipenuhi saham-saham yang bergerak menguat. Sebanyak 16 emiten JII melaju positif dan 11 lainnya tertahan di zona merah.

Saham-saham tambang menjadi incaran pelaku pasar dipimpin emiten UNTR yang menguat Rp 750 per saham. Top gainer lainnya adalah ITMG yang menguat Rp 275, PTBA Rp 250, INCO Rp 140, dan ICBP Rp 75 per saham.

JII justru lebih merespon saham-saham bluechips syariah yang bergerak melemah dipimpin UNVR dan AALI yang melemah Rp 500 dan Rp 300 per saham. Top losser lainnya adalah SMGR yang melemah Rp 225, ASII Rp 200, dan PGAS Rp 100 per saham.

Meski ditutup melemah, bursa saham Indonesia di akhir Februari 2015 masih bertahan di level 5.400. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sore ini turun tipis 1,128 poin (0,02%)ke level 5.450,294.

Pasar modal Indonesia jelang libur akhir pekan ini diguyur dana investor hingga Rp 6,36 triliun. Pemodal asing mulai mengerem aksi beli dengan hanya mencatat nett buy Rp 211 miliar.

Beri Komentar