Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Samantha Elauf (tengah) Saat Meninggalkan Mahkamah Agung AS (national.deseretnews.com)
Dream - Perjuangan seorang muslimah yang ditolak bekerja karena mengenakan hijab tak sia-sia. Setidaknya mayoritas hakim di Mahkamah Agung Amerika Serikat (AS) untuk sementara memberikan dukungan kepadanya.
Adalah Samantha Elauf, seorang hijaber yang menuntut sebuah toko pakaian, Abercrombie & Fitch Co. Alasannya, perusahaan di Oklahoma ini menolak menerima kerja Elauf karena menggunakan hijab.
Mengutip Arabnews, Jumat, 27 Februari 2015, sebanyak sembilan hakim mendengarkan argumentasi tuntutan selama 1,5 jam dari US Equal Empolyment Opportunity Commision. Badan federal inilah yang mewakili Elauf dalam proses penuntutan.
Cerita ini bermulai ketika Samantha Elauf ditolak bekerja di bagian sales pada 2008 di toko Abercrombie di Tulsa ketika berusia 17 tahun.
Pertanyaan muncul apakah Elauf memerlukan perlindungan hukum agar perusahaan yang akan digugat harus menjalankan aturan Civil Right Act 1964. Hukum ini melarang diskriminasi kerja berdasarkan keyakinan dan praktik keagamaan.
Dalam proses wawancara Elauf diketahui mengenakan hijab. Namun selama proses penerimaan ini, Elauf tak secara spesifik meminta perusahaan memberikan kebebasan menjalankan kewajiban agamanya.
Perusahaan sendiri membantah tudingan Elauf yang mengatakan penggunaan hijab melanggar 'kebijakan penampilan' yang dipakai staf penjualan.
Selama proses sidang, terlihat empat hakim cenderung setuju dengan alasan Elauf. Setidaknya hakim konservatif, Samuel Alito terlihat mengikuti argumen yang disampaikan.
Alito mengatakan perusahaan seperti Abercrombie seharusnya bisa menghindari situasi seperti ini dengan meminta kesediaan karyawan untuk mengikuti aturan perusahaan.
Rencanaya keputusan kasus gugatan hijaber AS ini akan dilaksanakan pada akhir Juni mendatang.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya