Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Bursa Efek Indonesia (sumber: Http://ANTARAFoto.com)
Dream - Dua indeks saham syariah di Bursa Efek Indonesia (BEI) menutup perdagangan dengan nasib berbeda. Saham-saham bluechips syariah yang kemarin mencetak rekor terpaksa mengerem sedikit aksinya.
Pelaku pasar seolah mulai merapikan portofolionya jelang pengumuman data ekonomi terbaru pada pekan depan. Beruntung asing yang kembali melancarkan aksi belanja mampu mempertahankan indeks saham acuan bertahan di zona hijau.
Pada penutupan perdagangan BEI, Kamis, 26 Februari 2015, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) berhasil keluar dari tekanan dengan naik tipis 0,161 poin (0,09%) ke level 174,964.
Aksi beli pelaku pasar jelang penutupan berhasil menahan ISSI jatuh ke zona merah. Padahal ISSI sempat jatuh ke level terendah 174,273, usai dibuka melemah di level 174,310.
Para pelaku pasar berhasil mengangkat 102 emiten syariah menuju zona positif. Sebaliknya, tekanan jual justru melanda 75 emiten dan 60 lainnya bergerak stagnan.
Sebanyak 39,79 miliar saham syariah diperdagangkan pelaku pasar. Tak kurang dari Rp 4,11 triliun dana pemodal dipakai untuk aksi jual beli tersebut.
Nasib kurang beruntung justru dialami indeks saham bluechips syariah. Meski separuh penghuninya bergerak menguat, indeks Jakarta Islamic Index (JII) justru terpeleset 0,659 poin (0,09%) ke level 726,785.
JII memilih ikut irama 11 emiten unggulan syariah yang bergerak melemah. Sisanya, 4 emiten JII bertahan di posisinya semula.
Pelaku pasar tercatat memperdagangkan 7,88 miliar saham dengan nilai transaksi mencapai Rp 2,27 triliun.
Sama dengan ISSI, indeks JII sebetulnya sempat beberapa kali berhasil menembus zona hijau. Bahkan JII menembus level tertinggi 728,555. Namun minimnya aksi beli saham bigcaps membuat JII tak mampu kembali menguat di sesi penutupan.
Secara keseluruhan, laju indeks saham acuan memang bergerak flat. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hanya mampu naik tipis 6,314 poin (0,12%) ke level 5.451,422.
IHSG juga sempat dilanda aksi jual ketika dibuka melemah di level 5.429,485. Aksi beli selektif pelaku pasar berhasil mempertahankan laju IHSG di zona hijau.
Lantai bursa kali ini dipenuhi transaksi jual beli 65,01 miliar saham bernilai Rp 7,54 triliun. Pemodal asing kini justru berbalik melakukan aksi belanja besar-besaran dengan mencetak nett buy Rp 1,24 triliun.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya