Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Bursa Efek Indonesia (sumber: Http://ANTARAFOTO.com)
Dream - Aksi beli jelang penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) memantapkan rekor indeks saham syariah. Emiten industari aneka kali ini menjadi motor penggerak bursa.
Guyuran dana asing di pasar modal tanah air menambah semangat indeks saham acuan melaju semakin kuat.
Pada penutupan perdagangan BEI, Jakarta, Rabu, 25 Februari 2015, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) melompat 1,256 poin (0,72%) ke level 174,803.
Rekor baru ISSI ini didorong menguatnya harga saham dari 104 emiten syariah. Sayangnya, 85 emiten justru terserang aksi jual dan 56 lainnya melaju stagnan.
Aura positif dari sentimen lokal dan global membuat ISSI merasa nyaman bergerak di zona positif. ISSI hanya mencetak posisi terendah di level 173,904 dan sempat terbang ke posisi tertinggi 174,842.
Pelaku pasar pun memanfaatkan sentimen positif ini untuk kembali mengoleksi portofolionya. Tercatat 32,70 miliar saham syariah diperdagangkan pelaku pasar dengan nilai Rp 3,51 triliun.
Tak mau ketinggalan dengan saudaranya, Jakarta Islamic Index (JII) juga menyusul membuat rekor baru. Indeks saham bluechips syariah ini melesat 7,019 poin (0,97%) ke level 727,444.
Sebanyak 23 emiten menikmati perburuan pemodal yang menggelar aksi beli. Namun investor terlihat masih mencoba menjauhi 5 emiten bluechips syariah dan 2 lainnya dibiarkan melaju stagnan.
JII sepanjang perdagangan ini mencetak level tertinggi di 727,44, sekaligus rekor terbarunya. Sedangkan posisi terendah dicetak di level 721,932.
Pasar modal Indonesia di pertengahan pekan terakhir Februari ini memang tengah dilanda aksi beli pelaku pasar. Buktinya, dari 10 sektor saham hanya emiten di bidang pertambangan yang tertinggal di zona merah.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bahkan belum puas dengan rekor tertingginya. Kali ini IHSG bertengger di level 5.445,108 usai menguat 27,794 poin (0,51%).
Lantai bursa disemarakan aksi jual beli 58,82 miliar saham dengan nilai Rp 6,91 triliun. Investor asing bahkan semakin aktif berbelanja di BEI dengan mencatat nett buy sekitar Rp 790 miliar.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya