Selasa, 20 Oktober 2026 Cari

Dua Bank Timteng Beri Utang Garuda Indonesia US$ 400 Juta

Reporter : Syahid Latif
Rabu, 25 Februari 2015 15:46
Dua Bank Timteng Beri Utang Garuda Indonesia US$ 400 Juta
Garuda Indonesia memastikan akan tetap merencanakan penerbitan global bond bernilai US$ 500 juta.

Dream - Investor Timur Tengah tengah menjadi primadona para pencari dana segar. Tak terkecuali perusahaan-perusahaan besar asal Indonesia.

Belum lama ini, maskapai penerbangan nasional, PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) mengaku telah menandatangani perjanjian pembiayaan bernilai US$ 400 juta dengan dua bank Timur Tengah.

Perjanjian kerjasama bridge financing facility ini dilakukan dengan dua institusi keuangan internasional asal Timur Tengah yaitu National Bank of Abu Dhabi dan Dubai Islamic Bank.

" Bridge financing facility ini ditujukan untuk menunjang rencana pembiayaan Perseroan ke depan," kata Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Garuda Indonesia I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra dalam keterangan persnya seperti dikutip Dream, Rabu, 25 Februari 2015.

Meski mendapatkan pembiayaan dari dua bank, Danadiputra menyatakan langkah ini sebagai bagian dari rencana pembiayaan dan pengembangan perusahaan ke depan melalui penerbitan Obligasi Sukuk International (" Global Sukuk Bond" ) sebesar US$ 500 juta.

" Sambil menunggu momentum yang tepat bagi Garuda Indonesia untuk menerbitkan Global Sukuk Bond," katanya.

Danadiputra mengatakan kedua institusi bank juga berkomitmen untuk menjadikan kerjasama pembiayaan ini sebagai “ back stop facility” seandainya kondisi pasar modal tidak kondusif. Dengan cara ini, kedua pihak meminimalkan sisi risiko pembiayaan.

Maskapai penerbangan terbesar di Indonesia ini memang tengah gencar mewujudkan strategi pengembangan perusahaan ke depan lewat program Quick Win.

Garuda menyadari kondisi industri penerbangan -bukan saja domestik namun juga global- dewasa ini sedang mengalami turbulensi. Kondisi perekonomian global yang belum sepenuhnya pulih, melemahnya nilai tukar rupiah terhadap US Dollar, serta aspek persaingan pasar yang ketat, telah memberi dampak signifikan terhadap kinerja perusahaan-perusahaan penerbangan domestik dan internasional, termasuk Garuda Indonesia.

Beri Komentar