Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Bursa Efek Indonesia (sumber: Http://ANTARAFoto.com)
Dream - Tersendat di awal sesi, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) justru mencetak rekor di penutupan sesi perdagangan. Kembalinya aksi beli jelang penutupan membawa indeks saham berbalik menguat.
Aksi beli pemodal asing juga menambah tenaga bagi indeks saham acuan melaju positif.
Pada penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa, 24 Februari 2015, ISSI menguat 0,443 poin (0,26%) ke level 173,547.
ISSI sebetulnya sempat tertekan usai dibuka melemah ke level 172,986. Adanya spekulasi hasil positif pertemuan The Fed membuat ISSI akhirnya menembus rekor yang pernah dicetak pada 13 Februari 2015.
Upaya ISSI mencapai rekor harus dilalui dengan susah payah. Aksi tunggu pelaku pasar sempat memaksa ISSI jatuh ke level terendah 172,808. Namun ISSI kembali menunjukan tenaganya dengan menguat ke level tertinggi 173,706.
Meski mencetak rekor, papan perdagangan ISSI justru didominasi koreksi harga saham. Tercatat 104 emiten syariah masih tertinggal di zona merah. Sedangkan 77 emiten membantu ISSI mencapai rekor terbarunya.
Transaksi jual beli saham syariah kali ini mencapai Rp 3,69 triliun dengan 31,84 miliar yang diperdagangkan.
Berbeda dengan ISSI yang mencetak rekor, indeks saham bluechips syariah cukup puas dengan bergerak menguat.
Jakarta Islamic Index (JII) ditutup menguat 2,038 poin (0,28%) ke level 720,425. Penguatan ini disokong menguatnya harga saham dari 10 emiten unggulan syariah.
Papan perdagangan JII sebetulnya diwarnai aksi jual saham yang melanda 17 emiten. Sisanya, 3 emiten unggulan syariah memilih diam di tempat.
Top gainer saham bluechips syariah dihuni oleh UNTR yang menguat Rp 475 per saham. Diikuti SMGR yang naik Rp 125, SSMS Rp 120, ASSI Rp 100 dan PGAS Rp 50 per saham.
Pencapaian rekor baru ISSI dan menguatnya JII tak lepas dari kenaikan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Sama dengan ISSI, IHSG juga berhasil menembus level tertingginya sepanjang sejarah.
IHSG sore ini ditutup menguat 14,037 poin (0,26%) ke level 5.417,314. Rekor IHSG sebelumnya berada di level 5.403,277.
Lantai bursa sore ini diguyur dana investor hingga p 6,27 triliun. Dari jumlah itu, asing kembali membukukan nett buy sekitar Rp 421 miliar.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya