Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi
Dream - Bahrain seolah meredup di tengah persaingan Dubai dan Malaysia sebagai pusat keuangan syariah dunia. Namun negara tersebut tetap mengklaim masih menjadi salah satu pusat sejarah keuangan syariah dan akan terus tetap seperti itu.
Chairman Gulf Finance House (GFH) Dr. Ahmed Al Mutawa dalam wawancara dengan Euromoney berdalih, 30 lembaga keuangan Islam sampai saat ini masih menetap di Bahrain.
" 30 lembaga keuangan Islam hingga sekarang masih berdiri karena kerangka peraturan yang mendukung yang dikembangkan oleh Central Bank of Bahrain (CBB)," katanya seperti dikutip laman Saudigazette, Kamis, 26 Februari 2015.
GFH mencatat entitas seperti Accounting and Auditing Organization for Islamic Financial Institutions (AAOIFI) dan International Islamic Financial Market (IIFM) yang berkantor pusat di Bahrain telah menjadi pusat pengembangan keuangan syariah sampai saat ini dan akan terus melakukannya di masa depan.
Menyusul krisis keuangan, lingkungan perbankan di Bahrain juga diklaim telah menjadi lebih kuat.
Pada bagian lain, Al Mutawa melaporkan perkembangan sukuk dalam beberapa tahun terakhir tumbuh signifikan. Penerbitan sukuk baru ditaksir mencapai lebih dari US$ 100 miliar per tahun.
Dalam jangka panjang, sukuk diharapkan tumbuh secara substansial terutama dengan penerbitan yang meningkat dari pemerintah, korporasi dan investor lainnya. Meski diakui, industri ini akan menghadapi risiko jangka pendek dari perlambatan permintaan dari wilayah Teluk seiring penurunan harga minyak.
Keuangan syariah memiliki potensi untuk menjadi mainstream secara global. Di pasar tertentu seperti Malaysia, keuangan syariah sudah menjadi mainstream. Namun, industri ini juga harus memperkenalkan produk dan jasa yang lebih inovatif yang melayani kebutuhan semua klien, baik Muslim maupun non-Muslim.
" Kami percaya bahwa potensinya sangat besar mengingat likuiditas yang tersedia di Teluk akan mempromosikan dan mengkonsolidasikan keuangan syariah ke dalam arus utama global sebagai platform umum," ujarnya.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya