Selasa, 20 Oktober 2026 Cari

Kalah Tenar, Bahrain Klaim Tetap Pusat Keuangan Syariah Dunia

Reporter : Syahid Latif
Kamis, 26 Februari 2015 14:20
Kalah Tenar, Bahrain Klaim Tetap Pusat Keuangan Syariah Dunia
Malaysia dan Dubai dalam beberapa tahun terakhir terus bersaing menjadi pusat keuangan syariah dunia.

Dream - Bahrain seolah meredup di tengah persaingan Dubai dan Malaysia sebagai pusat keuangan syariah dunia. Namun negara tersebut tetap mengklaim masih menjadi salah satu pusat sejarah keuangan syariah dan akan terus tetap seperti itu.

Chairman Gulf Finance House (GFH) Dr. Ahmed Al Mutawa dalam wawancara dengan Euromoney berdalih, 30 lembaga keuangan Islam sampai saat ini masih menetap di Bahrain.

" 30 lembaga keuangan Islam hingga sekarang masih berdiri karena kerangka peraturan yang mendukung yang dikembangkan oleh Central Bank of Bahrain (CBB)," katanya seperti dikutip laman Saudigazette, Kamis, 26 Februari 2015.

GFH mencatat entitas seperti Accounting and Auditing Organization for Islamic Financial Institutions (AAOIFI) dan International Islamic Financial Market (IIFM) yang berkantor pusat di Bahrain telah menjadi pusat pengembangan keuangan syariah sampai saat ini dan akan terus melakukannya di masa depan.

Menyusul krisis keuangan, lingkungan perbankan di Bahrain juga diklaim telah menjadi lebih kuat.

Pada bagian lain, Al Mutawa melaporkan perkembangan sukuk dalam beberapa tahun terakhir tumbuh signifikan. Penerbitan sukuk baru ditaksir mencapai lebih dari US$ 100 miliar per tahun.

Dalam jangka panjang, sukuk diharapkan tumbuh secara substansial terutama dengan penerbitan yang meningkat dari pemerintah, korporasi dan investor lainnya. Meski diakui, industri ini akan menghadapi risiko jangka pendek dari perlambatan permintaan dari wilayah Teluk seiring penurunan harga minyak.

Keuangan syariah memiliki potensi untuk menjadi mainstream secara global. Di pasar tertentu seperti Malaysia, keuangan syariah sudah menjadi mainstream. Namun, industri ini juga harus memperkenalkan produk dan jasa yang lebih inovatif yang melayani kebutuhan semua klien, baik Muslim maupun non-Muslim.

" Kami percaya bahwa potensinya sangat besar mengingat likuiditas yang tersedia di Teluk akan mempromosikan dan mengkonsolidasikan keuangan syariah ke dalam arus utama global sebagai platform umum," ujarnya.

Beri Komentar