7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Chevrolet Spin (www.indiancarsbikes.in)
Dream - General Motors akan menutup pabrik perusahaan otomotif Amerika Serikat itu di Indonesia. Kini GM hanya akan fokus pada pengembangan branding untuk mobil-mobil tipe Sport Utility Vehicles (SUV).
Sejak masuk pasar Asia Tenggara pada delapan dekade yang lalu, GM akhirnya menutup pabrik satu-satunya di Indonesia setelah kalah bersaing dengan produk dari Jepang yang dipimpin oleh Toyota Motors.
Wakil Presiden Eksekutif GM Stefan Jacoby, yang mengawasi pasar Amerika, Eropa dan China, mengakui GM keliru telah berani bersaing dengan Jepang di pasar yang disebutnya sebagai 'halaman rumah' mereka.
GM mencoba untuk mengambil pasar Jepang dengan memproduksi secara lokal Chevrolet Spin, sebuah Multi-Purpose Vehicle (MPV) mungil yang terbukti menjadi pemenang di Brasil, namun tidak di Indonesia. Masalahnya, sebagian besar komponen Spin masih diimpor.
Spin tidak mampu bersaing dengan rivalnya, seperti Toyota Avanza, sehingga pabrik produksinya di Bekasi, Jawa Barat mengalami kesulitan finansial.
Produksi Spin tahun lalu kurang dari seperempat dari kapasitas sebenarnya yang mencapai 40.000 kendaraan per tahun. GM hanya menjual 8.412 unit Chevrolet Spin di Indonesia tahun lalu dan mengekspor hampir 3.000 unit.
" Kami tidak bisa meningkatkan produksi Spin untuk meningkatkan volume seperti yang kami harapkan, meskipun mobil MPV ini sangat bagus," kata Jacoby kepada Reuters dikutip Businessinsider.com, Kamis 26 Februari 2015.
" Rantai logistik Spin terlalu kompleks. Volume produksinya yang rendah sehingga kita tidak bisa merakitnya menggunakan komponen lokal seperti yang diharapkan. Dan dari sudut pandang biaya, kami kira itu tidak kompetitif," tambah Jacoby.
GM akan berhenti memproduksi Spin di Indonesia pada akhir Juni dengan menutup pabrik di Bekasi yang mempekerjakan sekitar 500 orang.
Dengan restrukturisasi ini, GM Indonesia hanya akan menjadi perusahaan distributor dengan aktivitas usaha memasarkan dan melayani purna jual produk-produk Chevrolet di Indonesia.
Menurut LMC Automotive, meskipun kehadirannya cukup lama di Indonesia, GM menjual kurang dari 11.000 kendaraan tahun lalu atau di bawah 1 persen dari pangsa pasar otomotif Indonesia, .
Sebaliknya, afiliasi Toyota dan Daihatsu mampu menjual lebih dari 578.000 kendaraan. Toyota dan pabrikan mobil Jepang lainnya bersama-sama mengendalikan lebih dari 90 persen pangsa pasar otomotif Indonesia. (Ism)
Advertisement
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?