Selasa, 20 Oktober 2026 Cari

Indeks Syariah Bergerak Variatif Respon Kinerja Emiten

Reporter : Syahid Latif
Jumat, 27 Februari 2015 09:57
Indeks Syariah Bergerak Variatif Respon Kinerja Emiten
Memulai sesi perdagangan, dua indeks saham syariah menguat tipis di sesi pembukaan.

Dream - Bursa saham Indonesia bergerak bervariasi seiring munculnya laporan keuangan sejumlah emiten. Dibuka menguat, indeks saham syariah kini justru tengah berada dalam tekanan.

Beruntung masih ada aksi beli yang dibukukan pemodal asing. Nett buy sekitar Rp 79 miliar berhasil menahan indeks acuan turun lebih dalam.

Pada pembukaan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat, 27 Februari 2015, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) naik tipis 0,543 poin ke level 175,058.

Sayangnya, ISSI saat ini mulai mengalami tekanan jual. Hingga 43 menit waktu perdagangan, ISSI telah terkoreksi 0,218 poin (0,12%) ke level 174,748.

Sebanyak 76 emiten syariah masih bisa bertahan menguat sedangkan 45 lainnya sudah mulai tertekan aksi beli. Sisanya, 58 emiten syariah melaju stagnan dan 142 lainnya sama sekali belum disentuh pelaku pasar.

Transaksi perdagangan saham syariah pagi ini sudah mencapai Rp 1,04 triliun dengan 7,83 miliar saham yang diperjualbelikan.

Sepanjang 43 menit waktu perdagangan, laju ISSI masih bervariasi. ISSI sempat menyentuh level terendah 174,515 dan tertinggi di 175,405.

Pembukaan di zona positif juga sempat ditorehkan indeks saham bluechip syariah. Jakarta Islamic Index (JII) pagi ini dibuka menguat 0,387 poin ke level 727,172.

Senada dengan ISSI, JII juga tengah mengalami tekanan jual pelaku pasar. JII saat ini terkoreksi cukup dalam hingga 1,256 poin (0,17%) ke level 725,529.

Aksi jual beli pelaku pasar sebetulnya didominasi saham-saham bluechips yang bergerak menguat. Tercatat 13 emiten unggulan syariah masih bertengger di zona hijau.

Namun tekanan yang dialami 8 emiten bluechips syariah telah mendorong JII turun ke zona merah.

Dua emiten keluarga Astra International menduduki daftar pencetak kenaikan harga tertinggi. UNTR dan AALI saat ini masih mencetak top gainer dengan kenaikan masing-masing Rp 700 dan Rp 175 per saham.

Top gainer lainnya adalah INCO yang menguat Rp 120, INTP Rp 50, dan MPPA Rp 50 per saham.

Pasar modal Indonesia di awal perdagangan ini memang bergerak variatif. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tercatat naik tipis 3,803 poin (0,07%) ke level 5.455,225 di sesi pra pembukaan.

IHSG juga menguat 4,304 poin (0,08%) level 5.455,726 di sesi pembukaan.

Aksi beli selektif terjadi di saham-saham unggulan, seperti di sektor komoditas dan keuangan.

Beri Komentar