Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Bursa Efek Indonesia (sumber: Http://ANTARAFoto.com)
Dream - Bursa saham Indonesia bergerak bervariasi seiring munculnya laporan keuangan sejumlah emiten. Dibuka menguat, indeks saham syariah kini justru tengah berada dalam tekanan.
Beruntung masih ada aksi beli yang dibukukan pemodal asing. Nett buy sekitar Rp 79 miliar berhasil menahan indeks acuan turun lebih dalam.
Pada pembukaan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat, 27 Februari 2015, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) naik tipis 0,543 poin ke level 175,058.
Sayangnya, ISSI saat ini mulai mengalami tekanan jual. Hingga 43 menit waktu perdagangan, ISSI telah terkoreksi 0,218 poin (0,12%) ke level 174,748.
Sebanyak 76 emiten syariah masih bisa bertahan menguat sedangkan 45 lainnya sudah mulai tertekan aksi beli. Sisanya, 58 emiten syariah melaju stagnan dan 142 lainnya sama sekali belum disentuh pelaku pasar.
Transaksi perdagangan saham syariah pagi ini sudah mencapai Rp 1,04 triliun dengan 7,83 miliar saham yang diperjualbelikan.
Sepanjang 43 menit waktu perdagangan, laju ISSI masih bervariasi. ISSI sempat menyentuh level terendah 174,515 dan tertinggi di 175,405.
Pembukaan di zona positif juga sempat ditorehkan indeks saham bluechip syariah. Jakarta Islamic Index (JII) pagi ini dibuka menguat 0,387 poin ke level 727,172.
Senada dengan ISSI, JII juga tengah mengalami tekanan jual pelaku pasar. JII saat ini terkoreksi cukup dalam hingga 1,256 poin (0,17%) ke level 725,529.
Aksi jual beli pelaku pasar sebetulnya didominasi saham-saham bluechips yang bergerak menguat. Tercatat 13 emiten unggulan syariah masih bertengger di zona hijau.
Namun tekanan yang dialami 8 emiten bluechips syariah telah mendorong JII turun ke zona merah.
Dua emiten keluarga Astra International menduduki daftar pencetak kenaikan harga tertinggi. UNTR dan AALI saat ini masih mencetak top gainer dengan kenaikan masing-masing Rp 700 dan Rp 175 per saham.
Top gainer lainnya adalah INCO yang menguat Rp 120, INTP Rp 50, dan MPPA Rp 50 per saham.
Pasar modal Indonesia di awal perdagangan ini memang bergerak variatif. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tercatat naik tipis 3,803 poin (0,07%) ke level 5.455,225 di sesi pra pembukaan.
IHSG juga menguat 4,304 poin (0,08%) level 5.455,726 di sesi pembukaan.
Aksi beli selektif terjadi di saham-saham unggulan, seperti di sektor komoditas dan keuangan.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya