Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Bursa Efek Indonesia (sumber: Http://ANTARAFOTO.com)
Dream - Indeks acuan saham syariah mencoba kembali menguat jelang pengumuman data ekonomi terbaru Indonesia. Penguatan terjadi di tengah fluktuasinya bursa regional yang membuka perdagangan di zona positif.
Pada pra pembukaan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin, 2 Maret 2015, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) naik tipis 0,145 poin (0,08%) ke level 174,462.
Kenaikan ini didorong menguatnya harga saham dari 14 emiten syariah. Sisanya, 8 emiten melaju lemah dan 13 lainnya stagnan.
Di awal Maret ini, pelaku pasar langsung mentransaksikan 78,90 juta saham syariah bernilai Rp 16,75 miliar.
Hingga sesi pembukaan, ISSI tampaknya masih terus mencoba melaju di jalu hijau. ISSI kembali menanjak 0,161 poin (0,09%) ke level 174,478.
Pembukaan di zona hijau juga dialami indeks saham bluechips syariah. Jakarta Islamic Index (JII) membuka sesi pra pembukaan dengan menguat 0,945 poin (0,13%) ke level 723,043.
JII juga menanjak 0,867 poin (0,12%) ke level 722,965 di sesi pembukaan. Transaksi perdagangan saham unggulan syariah ini telah melibatkan 65,48 juta saham bernilai Rp 15,71 miliar.
Secara umum, indeks saham acuan di BEI memang didominasi penguatan. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pagi ini membuka sesi pra pembukaan dengan naik tipis 2,537 poin (0,05%) ke level 5.452,831.
Laju positif IHSG belum berhenti di sesi pembukaan usai menanjak 1,493 poin (0,03%) ke level 5452,787.
Lantai bursa saham Indonesia pagi ini diwarnai aksi jual beli 93,04 juta saham bernilai Rp 26 miliar. Aksi ini membawa 19 emiten beranjak ke zona hijau dan 10 lainnya tertinggal di teritori negatif. Sisanya, 16 emiten stagnan dan 649 emiten sama sekali tak disentuh pelaku pasar.
Emiten di sektor komoditas, pertanian dan tambang, memimpin penguatan dengan kenaikan 0,47 persen dan 0,33 persen.
Pemodal asing juga masih melancarkan aksi beli meski dengan nilai yang sangat tipis. Nett buy asing tercatat Rp 4,64 miliar.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya