Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Bursa Efek Indonesia (sumber: Http://Antarafoto.com)
Dream - Dibayangi kurs rupiah terhadap dolar AS yang terus melemah, bursa saham Indonesia menutup perdagangan awal Maret 2015 di zona positif. Indeks saham syariah bahkan masih terus mencetak rekor baru.
Menguatnya dorongan aksi beli investor asing membantu indeks saham acuan di Bursa Efek Indonesia (BEI) menguat tipis.
Pada penutupan perdagangan BEI, Jakarta, Senin, 2 Maret 2015, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) menanjak 0,814 poin (0,47%) ke level 175,131.
Penguatan ISSI ini terjadi ditengah banyaknya saham syariah yang bergerak melemah sebanyak 107 emiten. Naiknya harga saham dari 81 emiten syariah berhasil menahan ISSI dari aksi pelemahan.
Di awal Maret ini pelaku pasar sudah mentransaksikan 35,05 miliar saham bernilai Rp 4,70 triliun.
ISSI harus bersusah payah mempertahankan lajunya di zona positif. Tekanan aksi jual pelaku pasar sempat memaksa ISSI melemah dan jatuh ke level terendah 174,307.
Munculnya data ekonomi terbaru dari BPS berhasil menjaga kepercayaan pelaku pasar. Alhasil, ISSI kembali ke zona hijau dan sempat menembus level tertinggi 175,131.
Kinerja lebih baik ditujukan saham-saham bluechips syariah. Dibantuk penguatan harga saham dari 19 emiten, Jakarta Islamic Index (JII) menutup perdagangan dengan menguat 6,513 poin (0,90%) ke level 728,611.
Papan perdagangan JII juga diwarnai 7 emiten syariah yang bergerak melemah dan 4 lainnya stagnan.
Pelaku pasar mentransaksikan 9,06 miliar dengan nilai Rp 2,93 triliun.
Berbeda dengan ISSI, JII justru cukup aman bergerak di zona positif. JII hanya mencetak posisi terendah di zona hijau di level 722,685.
Dua emiten dari keluarga Astra International menjadi penyokong laju JII. Emiten AAlI dan UNTR tercatat sebagai pencetak kenaikan harga tertinggi (top gainer) usai menguat Rp 900 dan Rp 875 per saham.
Top gainer lainnya adalah ITMG yang menguat Rp 625, UNVR Rp 400, dan PTBA Rp 325 per saham.
Aksi beli asing yang mencapai Rp 500 miliar juga berhasil menjaga Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di zona hijau.
IHSG sore ini menutup perdagangan dengan melompat 27,537 poin (0,51%) ke level 5,477,831. Rekor baru IHSG ini dibantu menguatnya harga saham dari 150 emiten. Sebaliknya, 156 penghuni lantai bursa menahan IHSG menguat lebih tinggi.
Lantai bursa awal pekan ini ditaburi dana investor hingga Rp 7,11 triliun dari aksi jual beli 63,29 miliar saham.
Dibayangi kurs rupiah terhadap dolar AS yang terus melemah, bursa saham Indonesia menutup perdagangan awal Maret 2015 di zona positif.
Menguatnya dorongan aksi beli investor asing membantu indeks saham acuan di Bursa Efek Indonesia (BEI) menguat tipis.
Pada penutupan perdagangan BEI, Jakarta, Senin, 2 Maret 2015, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) menanjak 0,814 poin (0,47%) ke level 175,131.
Penguatan ISSI ini terjadi ditengah banyaknya saham syariah yang bergerak melemah sebanyak 107 emiten. Naiknya harga saham dari 81 emiten syariah berhasil menahan ISSI dari aksi pelemahan.
Di awal Maret ini pelaku pasar sudah mentransaksikan 35,05 miliar saham bernilai Rp 4,70 triliun.
ISSI harus bersusah payah mempertahankan lajunya di zona positif. Tekanan aksi jual pelaku pasar sempat memaksa ISSI melemah dan jatuh ke level terendah 174,307.
Munculnya data ekonomi terbaru dari BPS berhasil menjaga kepercayaan pelaku pasar. Alhasil, ISSI kembali ke zona hijau dan sempat menembus level tertinggi 175,131.
Kinerja lebih baik ditujukan saham-saham bluechips syariah. Dibantuk penguatan harga saham dari 19 emiten, Jakarta Islamic Index (JII) menutup perdagangan dengan menguat 6,513 poin (0,90%) ke level 728,611.
Papan perdagangan JII juga diwarnai 7 emiten syariah yang bergerak melemah dan 4 lainnya stagnan.
Pelaku pasar mentransaksikan 9,06 miliar dengan nilai Rp 2,93 triliun.
Berbeda dengan ISSI, JII justru cukup aman bergerak di zona positif. JII hanya mencetak posisi terendah di zona hijau di level 722,685.
Dua emiten dari keluarga Astra International menjadi penyokong laju JII. Emiten AAlI dan UNTR tercatat sebagai pencetak kenaikan harga tertinggi (top gainer) usai menguat Rp 900 dan Rp 875 per saham.
Top gainer lainnya adalah ITMG yang menguat Rp 625, UNVR Rp 400, dan PTBA Rp 325 per saham.
Aksi beli asing yang mencapai Rp 500 miliar juga berhasil menjaga Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di zona hijau.
IHSG sore ini menutup perdagangan dengan melompat 27,537 poin (0,51%) ke level 5,477,831. Rekor baru IHSG ini dibantu menguatnya harga saham dari 150 emiten. Sebaliknya, 156 penghuni lantai bursa menahan IHSG menguat lebih tinggi.
Lantai bursa awal pekan ini ditaburi dana investor hingga Rp 7,11 triliun dari aksi jual beli 63,29 miliar saham.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya