Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi
Dream - Kondisi perekonomian dunia terutama pada negara-negara Barat saat ini dinilai sedang mengarah kepada krisis. Hal ini disebabkan mereka tidak menerapkan gaya hidup non-Islami.
" Gaya hidup non-Islami sangat boros," ujar mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Rokhmin Dahuri dalam diskusi di Islamic Book Fair yang digelar di Istora Gelora Bung Karno, Jakarta, Selasa, 3 Maret 2015.
Rokhmin menerangkan gaya hidup tersebut menuntut masyarakatnya untuk memenuhi kebutuhan hidup secara maksimal. Akibatnya, bangsa-bangsa Barat harus melakukan eksploitasi dan penjajahan hanya untuk memenuhi tuntutan tersebut.
Tak hanya itu, masyarakat Barat juga membangun sistem ekonomi yang tidak lagi berpatokan pada sektor riil. Sistem ini menyebabkan ekonomi hanya bertumpu pada segala hal yang sifatnya prediksional serta tidak pasti.
Bertumpuknya persoalan tersebut pada akhirnya membuat masyarakat Barat saat ini dilanda kekhawatiran. Penyebabnya, sistem ekonomi yang dijalankan selama ini dapat runtuh sewaktu-waktu.
Tak heran jika negara-negara di Eropa dan Amerika saat ini mulai melirik sistem ekonomi syariah untuk mencegah kekhawatiran tersebut terjadi. Sistem Islami dinilai dapat menjadi jalan keluar untuk mengatasi krisis yang bisa terjadi setiap saat.
" Non-Muslim juga perlu perlindungan sistem yang dibuat Sang Pencipta. Bahkan Inggris sudah mengeluarkan aturan untuk mengadopsi sistem syariah," ungkapnya.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya