Cinta Laura Ajak Anak Muda Mulai Sustainability dari Langkah Kecil
Tak Perlu Trial and Error Pilih Susu Formula Anak, Cukup Scan & Check AceKid Sumber Susunya Transparan
Golkar Putuskan Prabowo Capres 2029, Bagaimana Nasib Gibran?
Sampah Dibakar, Mikroplastik di Udara Mengintai
Rute Kereta Terpanjang yang Bisa Ditempuh dalam Sekali Jalan, Tembus 10.000 Kilometer Lebih
Punya Rumah atau Masih Menyewa, Ketahui Mana yang Lebih Memengaruhi Kebahagiaan
Terjaga Setelah Tengah Malam Bisa Mengubah Cara Otak Bekerja, Ini Penjelasan Ilmuwan
Apa Sebenarnya yang Memisahkan Satu Samudra dari Samudra Lain? Ternyata Tak Selalu Ada Garis Batas
Ilustrasi
Dream - Untuk pertama kalinya sejak 18 tahun terakhir, Oman akhirnya kembali mencari pendanaan lewat surat utang. Oman memantapkan hati menerbitkan surat utang syariah (sukuk) bernilai US$ 520 juta pada pertengahan tahun ini.
Dana hasil penerbitan sukuk itu akan digunakan untuk membiayai defisit anggaran pemerintah Oman akibat menurunnya harga minyak global.
" Penerbitan sukuk akan dilakukan bank sentral untuk pasar lokal," kata Presiden Eksekutif Bank Sentral Oman, Hamood Sangour al-Zadjali kepada Reuters di Abu Dhabi seperti dikutip laman Arabianbusiness, Rabu, 4 Maret 2015.
Penerbitan sukuk ini diharapkan bisa meningkatkan industri perbankan syariah Oman. Serta menjadi patokan harga pasar dan alat manajemen likuiditas.
" Kami memiliki banyak unit syariah dan mereka pasti suka dengan likuiditas yang diinvestasikan di dalamnya," kata al-Zadjali.
Rendahnya harga minyak dunia memang telah membuat keuangan Oman menghadapi tekanan berat. Anggaran pemerintah tahun ini diperkirakan defisit 2,5 miliar rial, setara sekitar 8 persen dari produk domestik bruto tahunan negara itu.
" Kami berharap hal itu (harga minyak yang rendah) akan berumur pendek. Pemerintah akan melanjutkan rencananya untuk berinvestasi dan melanjutkan proyek-proyek infrastruktur besar," kata al-Zadjali. Pemerintah Oman belum mengeluarkan surat utang negara atau obligasi global sejak tahun 1997.
" Di babak kedua kami akan memutuskan apakah akan melanjutkan atau tidak ke pasar internasional," kata al-Zadjali.
Dia menambahkan saat ini adalah waktu yang tepat bagi Oman untuk diversifikasi sumber dana, baik melalui obligasi daerah dan obligasi global, untuk menarik investasi dari luar negeri.
Untuk mengurangi tekanan pada keuangan pemerintah, Oman telah memotong subsidi gas alam tahun ini, dua kali lipat harga yang dikenakan untuk beberapa pengguna industri. Akan ada pemotongan subsidi untuk bahan bakar lainnya, kata al-Zadjali.
Advertisement

3 Suplemen yang Diam-Diam Bisa Mengganggu Tidur, Salah Satunya Sering Dikonsumsi

Dua Seniman Indonesia Raih Grand Prize MR.D.I.Y. Regional Art Competition 2026

Kenapa Tikus Suka Bersarang di Mesin Mobil, dan Cara Mengusirnya untuk Selamanya

7 Jenis Tanaman yang Bisa Mengundang Ular ke Halaman Rumah, Bukan karena Baunya

Cinta Laura Ajak Anak Muda Mulai Sustainability dari Langkah Kecil


Golkar Putuskan Prabowo Capres 2029, Bagaimana Nasib Gibran?