Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi
Dream - Bursa saham Indonesia menanjak pelan di tengah kondisi regional yang dilanda pelemahan. Aksi beli investor asing membantu sejumlah indeks saham acuan bertahan di zona hijau.
Pada pra pembukaan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu, 4 Maret 2015, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) naik tipis 0,086 poin (0,05%) ke level 175,231.
Penguatan ini terbantu naiknya harga saham dari 13 emiten syariah. Sisanya, sebanyak 10 emiten syariah bergerak melemah dan 11 lainnya memilih berdiam di tempat.
Di awal perdagangan, pelaku pasar sudah mentransaksikan 49,91 juta saham bernilai Rp 13,75 miliar.
Memasuki sesi pembukaan, ISSI masih terus bergerak positif. ISSI kembali menanjak 0,104 poin (0,06%) ke level 175,249.
Penguatan lemah juga dialami indeksa saham bluechips syariah, Jakarta Islamic Index (JII) yang naik 0,380 poin (0,05%) ke level 730,584.
Pelaku pasar pagi ini sudah mentransaksikan 44,72 juta saham bernilai Rp 13 miliar.
Sama dengan ISSI, JII juga kembali menguat 0,444 poin (0,06%) ke level 730,648 di sesi pembukaan.
Secara umum, bursa saham Indonesia memang mencetak kenaikan terbatas. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tercatat naik tipis 3,205 poin (0,06%) ke level 5.477,824 di sesi pra pembukaan.
IHSG kembali melaju positif di sesi pembukaan dengan mencetak kenaikan 1,477 poin (0,03%) ke level 5.476,096.
Sebanyak 16 emiten bergerak menguat dan 14 lainnya terseret aksi jual pelaku pasar di sesi pra pembukaan. Posisi ini tercipta dari
transaksi jual beli 70,01 juta saham bernilai Rp 25,85 miliar.
Pemodal asing masih mengawali perdagangan dengan membukukan nett buy tipis Rp 3,67 miliar.
Kecuali sektor keuangan yang melemah 0,08 persen, seluruh indeks sektoral memulai perdagangan di zona hijau. Sayang tekanan yang melanda pasar membuat emiten pertambangan ikut terseret masuk zona merah.
Dari kawasan regional, indeks saham acuan bursa utama Asia bergerak variatif. Nikkei, Strait Times, dan Hang Seng mengawali perdagangan di zona merah. Kini Nikkei dan Hang Seng masih terkoreksi masing-masing 1,01 persen dan 0,37 persen.
Kurs rupiah terhadap dolar AS pagi ini juga mencoba melawan pelemahan. Meski dibuka melemah, rupiah saat ini naik tipis 2 poin menuju 12.960 per dolar AS.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya