Selasa, 20 Oktober 2026 Cari

Bursa Regional Tertekan, Indeks Syariah Menanjak Pelan

Reporter : Syahid Latif
Rabu, 4 Maret 2015 09:16
Bursa Regional Tertekan, Indeks Syariah Menanjak Pelan
Kurs rupiah pagi ini belum bisa keluar dari tekanan dan memulai sesi di level 12.962 per dolar AS

Dream - Bursa saham Indonesia menanjak pelan di tengah kondisi regional yang dilanda pelemahan. Aksi beli investor asing membantu sejumlah indeks saham acuan bertahan di zona hijau.

Pada pra pembukaan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu, 4 Maret 2015, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) naik tipis 0,086 poin (0,05%) ke level 175,231.

Penguatan ini terbantu naiknya harga saham dari 13 emiten syariah. Sisanya, sebanyak 10 emiten syariah bergerak melemah dan 11 lainnya memilih berdiam di tempat.

Di awal perdagangan, pelaku pasar sudah mentransaksikan 49,91 juta saham bernilai Rp 13,75 miliar.

Memasuki sesi pembukaan, ISSI masih terus bergerak positif. ISSI kembali menanjak 0,104 poin (0,06%) ke level 175,249.

Penguatan lemah juga dialami indeksa saham bluechips syariah, Jakarta Islamic Index (JII) yang naik 0,380 poin (0,05%) ke level 730,584.

Pelaku pasar pagi ini sudah mentransaksikan 44,72 juta saham bernilai Rp 13 miliar.

Sama dengan ISSI, JII juga kembali menguat 0,444 poin (0,06%) ke level 730,648 di sesi pembukaan.

Secara umum, bursa saham Indonesia memang mencetak kenaikan terbatas. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tercatat naik tipis 3,205 poin (0,06%) ke level 5.477,824 di sesi pra pembukaan.

IHSG kembali melaju positif di sesi pembukaan dengan mencetak kenaikan 1,477 poin (0,03%) ke level 5.476,096.

Sebanyak 16 emiten bergerak menguat dan 14 lainnya terseret aksi jual pelaku pasar di sesi pra pembukaan. Posisi ini tercipta dari
transaksi jual beli 70,01 juta saham bernilai Rp 25,85 miliar.

Pemodal asing masih mengawali perdagangan dengan membukukan nett buy tipis Rp 3,67 miliar.

Kecuali sektor keuangan yang melemah 0,08 persen, seluruh indeks sektoral memulai perdagangan di zona hijau. Sayang tekanan yang melanda pasar membuat emiten pertambangan ikut terseret masuk zona merah.

Dari kawasan regional, indeks saham acuan bursa utama Asia bergerak variatif. Nikkei, Strait Times, dan Hang Seng mengawali perdagangan di zona merah. Kini Nikkei dan Hang Seng masih terkoreksi masing-masing 1,01 persen dan 0,37 persen.

Kurs rupiah terhadap dolar AS pagi ini juga mencoba melawan pelemahan. Meski dibuka melemah, rupiah saat ini naik tipis 2 poin menuju 12.960 per dolar AS.

Beri Komentar