Jumat, 6 November 2026 Cari
News

Mengenal Universitas Republik Indonesia atau URI: Bagaimana Cara Masuk, Apa Jurusannya, dan Bedanya dengan Sekolah Kedinasan Lain

Jumat, 6 November 2026 08:47
Mengenal Universitas Republik Indonesia atau URI: Bagaimana Cara Masuk, Apa Jurusannya, dan Bedanya dengan Sekolah Kedinasan Lain

© Gemini Generated Image

URI dirancang dengan tujuan yang lebih khusus, yaitu menyiapkan sumber daya manusia untuk menjadi pemimpin di sektor pemerintahan, BUMN, dan berbagai program strategis nasional.

DREAM.CO.ID - Nama Universitas Republik Indonesia (URI) mulai ramai dibicarakan setelah Presiden Prabowo Subianto melantik Marsekal TNI (Purn) Donny Ermawan Taufanto sebagai gubernur dan Prof. Yos Sunitiyoso sebagai wakil gubernur pada 22 Juli 2026. Perhatian publik kembali meningkat setelah pemerintah mengumumkan 400 sarjana terpilih untuk mengikuti program pendidikan dan pelatihan URI sebelum dipersiapkan bekerja di lingkungan badan usaha milik negara (BUMN).

Walau bernama universitas, namun URI tidak sepenuhnya sama dengan kampus yang selama ini dikenal masyarakat, tempat lulusan SMA atau sederajat mendaftar, memilih jurusan, mengikuti perkuliahan beberapa tahun, lalu memperoleh gelar sarjana. URI dirancang dengan tujuan yang lebih khusus, yaitu menyiapkan sumber daya manusia untuk menjadi pemimpin di sektor pemerintahan, BUMN, dan berbagai program strategis nasional.

Lantas, apakah URI merupakan kampus baru dengan sistem pendidikan militer? Apakah lulusan SMA bisa mendaftar? Apa saja fakultas dan jurusannya? Berikut penjelasan mengenai Universitas Republik Indonesia.

1 dari 6 halaman

Apa Itu Universitas Republik Indonesia?

Universitas Republik Indonesia merupakan lembaga pendidikan yang digagas pemerintah untuk membentuk calon pemimpin masa depan. Fokusnya bukan hanya memberikan pengetahuan akademik, melainkan juga membangun kemampuan manajerial, kepemimpinan, integritas, empati, dan wawasan kebangsaan.

Gagasan ini memiliki kemiripan dengan lembaga pendidikan khusus calon pejabat publik di sejumlah negara. Salah satu model yang pernah disebut pemerintah adalah École Nationale d'Administration (ENA), Prancis, yang kini bernama Institut National du Service Public (INSP). Lembaga tersebut dikenal sebagai tempat pendidikan dan pelatihan calon pejabat tinggi administrasi pemerintahan.

Dengan konsep tersebut, URI diharapkan tidak hanya mencetak lulusan yang menguasai bidang keilmuan tertentu, tetapi juga memiliki kemampuan untuk memimpin organisasi dan mengambil keputusan dalam urusan publik. Sasaran pembinaannya mencakup sektor pemerintahan dan BUMN.

Gubernur URI Donny Ermawan Taufanto sebelumnya menjelaskan bahwa universitas ini direncanakan menyelenggarakan pendidikan bergelar. Pada tahap awal, jenjang yang direncanakan adalah sarjana (S1), sedangkan jenjang magister (S2) akan dipertimbangkan kemudian. Pemerintah juga menyampaikan rencana pemberian beasiswa bagi mahasiswa URI.

Namun, perlu dibedakan antara rencana pembentukan universitas dengan program pelatihan yang saat ini sudah berjalan. Keduanya berada dalam payung pengembangan kepemimpinan URI, tetapi tidak otomatis memiliki jalur pendidikan dan kualifikasi kelulusan yang sama.

2 dari 6 halaman

Bagaimana Cara Masuk URI? Apakah Bisa dari Lulusan SMA?

Bagi lulusan SMA atau sederajat yang tertarik masuk URI, pemerintah pernah menyampaikan bahwa penerimaan mahasiswa akan menggunakan seleksi mandiri. Gubernur URI menyebut mekanismenya dirancang menyerupai seleksi masuk Universitas Pertahanan (Unhan).

Artinya, jalur yang direncanakan bukan otomatis mengikuti Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) atau Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) seperti penerimaan mahasiswa di banyak perguruan tinggi negeri. URI akan memiliki mekanisme seleksi sendiri.

Akan tetapi, sampai informasi yang tersedia pada November 2026, rincian penerimaan mahasiswa untuk program sarjana belum diumumkan secara lengkap. Belum ada informasi resmi yang memadai mengenai jadwal pendaftaran, persyaratan usia, batas nilai rapor, tes akademik, tes kesehatan, maupun tahapan seleksi lainnya. Karena itu, calon mahasiswa sebaiknya tidak menganggap informasi pendaftaran yang beredar di media sosial sebagai pengumuman resmi URI.

Sementara itu, 400 peserta yang ramai diberitakan pada November 2026 bukanlah lulusan SMA yang baru masuk kuliah. Mereka merupakan sarjana dari perguruan tinggi yang telah diseleksi untuk mengikuti Program Presiden untuk Pemimpin Masa Depan Indonesia (P3MDI). Dengan kata lain, jalur program tersebut berbeda dari rencana penerimaan mahasiswa S1 URI.

3 dari 6 halaman

Apa Saja Fakultas dan Jurusan URI?

Salah satu hal yang saat ini tengah dikembangkan adalah mengenai fakultas dan program studi URI. Hingga November 2026, pemerintah belum mengumumkan susunan fakultas dan jurusan yang sudah dapat dipilih calon mahasiswa.

Meski begitu, sejumlah pejabat telah menyampaikan gambaran bidang keilmuan yang hendak dikembangkan. Kepala Badan Pengendalian Pembangunan dan Investigasi Khusus (Bappisus), Aris Marsudiyanto, pernah menyebut URI akan berfokus pada bidang Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM), yang mencakup sains, teknologi, rekayasa atau teknik, dan matematika. Selain itu, bidang kesehatan dan kedokteran juga direncanakan masuk dalam pengembangan program pendidikannya.

Pernyataan tersebut memberi gambaran bahwa URI ingin mengembangkan bidang yang dianggap penting bagi penguasaan teknologi dan kebutuhan pembangunan nasional. Namun, informasi itu belum bisa dianggap sebagai daftar resmi fakultas atau jurusan.

4 dari 6 halaman

Di Mana Lokasi Kampus URI?

Kampus permanen URI direncanakan dibangun di kawasan Cikasungka, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, dengan memanfaatkan lahan milik PT Perkebunan Nusantara (PTPN) yang disebut sudah tidak produktif. Pemerintah juga pernah menyampaikan rencana membangun beberapa kampus URI di berbagai wilayah Indonesia.

Namun, pembangunan kampus permanen tersebut masih menjadi bagian dari rencana pengembangan. Sebelum fasilitas di Bogor selesai dibangun, kegiatan operasional URI disebut akan memanfaatkan gedung sementara di kawasan Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, yakni gedung yang sebelumnya digunakan Kementerian BUMN.

Dengan demikian, perlu dibedakan antara lokasi kampus permanen yang direncanakan dan fasilitas operasional sementara. URI belum bisa disamakan dengan kampus yang sudah memiliki kompleks pendidikan lengkap dan beroperasi seperti perguruan tinggi negeri pada umumnya.

5 dari 6 halaman

Berapa Lama Pendidikan dan Gelar Apa yang Didapat?

Pertanyaan mengenai durasi pendidikan URI perlu dijawab dengan membedakan dua jenis program. Pertama, program pendidikan bergelar yang direncanakan untuk mahasiswa baru. Pemerintah menyebut URI akan membuka pendidikan jenjang S1, tetapi rincian masa studi, kurikulum, dan kalender akademiknya belum diumumkan secara lengkap. Karena itu, belum ada dasar untuk memastikan berapa tahun mahasiswa harus kuliah di URI.

Kedua, program P3MDI yang telah berjalan. Pesertanya merupakan lulusan sarjana dan akan mengikuti pelatihan intensif selama enam bulan, kemudian dilanjutkan dengan magang selama dua bulan. Total pembinaan yang diumumkan pemerintah untuk angkatan pertama ini adalah delapan bulan.

Dari sisi gelar, mahasiswa yang nantinya menyelesaikan program akademik URI direncanakan memperoleh gelar sesuai program studi yang ditempuh. Misalnya, gelar sarjana akan mengikuti bidang keilmuannya. Namun, pemerintah belum mengumumkan daftar program studi dan gelar spesifik yang akan diberikan.

Adapun 400 peserta P3MDI sudah memiliki gelar sarjana dari perguruan tinggi sebelumnya. Pelatihan delapan bulan tersebut bukan perkuliahan S1 baru yang membuat mereka memperoleh gelar sarjana kedua. Program itu merupakan pembekalan kompetensi dan kepemimpinan sebelum mereka dipersiapkan memasuki dunia kerja.

6 dari 6 halaman

Apa Bedanya dengan Universitas Pertahanan dan Sekolah Kedinasan Lain?

URI kerap dibandingkan dengan Universitas Pertahanan Republik Indonesia (Unhan). Keduanya sama-sama menggunakan pendekatan pembentukan karakter dan wawasan kebangsaan, serta memiliki hubungan dengan lingkungan pemerintah. Namun, fokus pendidikannya berbeda.

Unhan merupakan perguruan tinggi yang secara khusus bergerak dalam bidang pertahanan negara dan bela negara. Kampus ini telah memiliki fakultas dan program studi pada jenjang D3, S1, S2, hingga S3. Bidangnya antara lain kedokteran militer, farmasi militer, teknik, sains, strategi pertahanan, manajemen pertahanan, dan keamanan nasional.

Untuk mahasiswa S1 yang berstatus kadet, Unhan juga memiliki Pendidikan Dasar Militer (Diksarmil). Pada 2024, misalnya, kadet mahasiswa S1 Unhan mengikuti pendidikan dasar militer selama tiga bulan di Akademi Militer Magelang. Kegiatan ini merupakan bagian dari pembentukan karakter dan kemampuan dasar kemiliteran yang memang melekat pada sistem pendidikan kadet Unhan.

Hal tersebut berbeda dari informasi yang tersedia mengenai URI. URI memiliki tujuan lebih luas untuk menyiapkan calon pemimpin lintas sektor, sedangkan Unhan berfokus pada pengembangan sumber daya manusia di bidang pertahanan.

Perbandingan dengan sekolah kedinasan lain juga perlu dilakukan secara hati-hati. Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN), misalnya, memiliki fokus pendidikan kepamongprajaan dan pengembangan calon aparatur pemerintahan. IPDN telah mempunyai fakultas dan program pendidikan, termasuk program Diploma IV, sarjana, serta pascasarjana.

Sementara itu, Politeknik Keuangan Negara STAN (PKN STAN) berfokus pada pengelolaan keuangan negara. Program studinya mencakup Akuntansi Sektor Publik, Manajemen Aset Publik, Manajemen Keuangan Negara, perpajakan, kepabeanan dan cukai, serta bidang terkait lainnya.

Dengan kata lain, IPDN mempersiapkan sumber daya manusia untuk urusan pemerintahan, PKN STAN berfokus pada keuangan negara, dan Unhan mengembangkan keahlian pertahanan. URI justru dirancang untuk membina calon pemimpin di berbagai sektor strategis, termasuk pemerintahan dan BUMN. Perbedaan lainnya, lembaga-lembaga tersebut sudah memiliki program studi dan jalur pendidikan yang lebih jelas, sedangkan rincian akademik URI masih dalam tahap pengembangan.

Bagi generasi muda yang sedang mempertimbangkan pilihan kuliah, URI layak dipantau sebagai perkembangan baru dalam pendidikan tinggi Indonesia. Walau hingga kini belum ada informasi yang cukup memadai mengenai jurusan kuliahnya, namun URI tetap bisa menjadi salah satu pilihan di masa mendatang.

Daftarkan email anda untuk berlangganan berita terbaru kami