Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Bursa Efek Indonesia (sumber: Http://antarafoto)
Dream - Setelah beberapa hari terakhir mencetak rekor baru, bursa saham Indonesia akhirnya memulai fase konsolidasi. Tren turun jangka pendek memaksa sejumlah indeks acuan saham ditutup melemah.
Pada penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu, 4 Maret 2015, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) terkoreksi 1,291 poin (0,74%) ke level 173,854.
Turunnya harga saham dari 147 emiten syariah memaksa ISSI yang dibuka menguat harus mengakhir perdagangan di zona merah. Menguatnya harga saham 46 emiten tak cukup kuat menjadi ISSI di zona positif.
Sepanjang perdagangan kali ini, ISSI hanya mampu mencetak posisi tertinggi di 175,311. Aksi jual sempat mendorong ISSI menyentuh level terendah 173,619.
Sebanyak 33,06 miliar saham diperdagangkan pelaku pasar. Dana sekitar Rp 3,75 triliun digunakan investor untuk menggelar aksi jual beli tersebut.
Koreksi cukup tajam dialami indeks saham bluechips syariah. Jakarta Islamic Index (JII) menutup perdagangan dengan melemah 6,817 poin (0,93%) ke level 723,387.
JII sempat mencetak level tertinggi di 730.833 setelah dibuka menguat 0,380 poin (0,05%) ke level 730,584.
Kurang dari sepertiga penghuni JII, atau 8 emiten unggulan syariah mengakhiri perdagangan di zona merah. JII justru didominasi koresi harga saham dari 21 emiten.
Perputaran dana sekitar Rp 2,41 triliun digunakan investor untuk jual beli 8,03 miliar saham bluechips syariah.
Lantai bursa saham nasional di pertengahan tahun ini memang tengah mengalami konsolidasi. Tren penurunan jangka pendek terlihat dari runtuhnya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sebesar 26,560 poin (0,49%) ke level 5.448,059.
Papan perdagangan bursa menunjukan 90 emiten berhasil bertahan di zona hijau. Sebaliknya, serangan aksi jual menimpa 223 emiten di BEI.
Total dana berputar di lantai bursa kali ini mencapai Rp 5,68 triliun. Asing tampaknya mulai menghentikan aksi beli dengan hanya mencetak nett buy Rp 14 miliar.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya