Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Bursa Efek Indonesia (sumber: Http://merdeka.com)
Dream - Indeks acuan saham syariah tak mau terlalu lama tinggal di zona merah. Meski masuk fase konsolidasi, bursa saham Indonesia pagi ini justru dibuka menguat.
Kenaikan terjadi di tengah pemodal asing yang mulai menggelar aksi jual. Pagi ini asing telah membukukan nett sell Rp 12 miliar.
Pada pembukaan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Kamis, 5 Maret 2015, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) naik tipis 0,225 poin menuju level 174,079.
Meski sempat dilanda pelemahan dengan level terendah 173,843, ISSI kini justru melaju di zona positif. Hingga 36 menit waktu perdagangan, ISSI tercatat telah menguat 0,461 poin (0,27%) ke level 174,315.
Sebanyak 75 emiten syariah telah bergerak ke zona hijau sementara 51 lainnya masih tertekan aksi jual.
Pelaku pasar telah memperdagangkan 5,67 miliar saham dengan nilai Rp 573,25 miliar.
Awal lebih baik justru dicetak saham-saham bluechips syariah. Indeks Jakarta Islamic Index (JII) pagi ini dibuka menguat 1,267 poin ke level 724,654.
JII sampai di awal perdagangan ini masih terus bertengger di zona positif. JII tercatat telah menguat 3,125 poin (0,44%) ke level 726,539.
Penguatan ini dibantu oleh kenaikan harga saham dari 17 emiten unggulan syariah. Sisanya, 10 emiten bluechips bergerak melemah dan 3 lainnya stagnan.
Sementara itu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) memulai perdagangan dengan naik tipis 9,84 poin (0,18%) ke level 5.457,89.
Penguatan IHSG ini terjadi di tengah kondisi bursa regional yang justru dilanda koreksi. Pelemahan Wall Street membuat pelaku pasar di kawasan Asia memilih menahan diri.
Kekhawatiran pelaku pasar dalam negeri kini tertuju pada nilai tukar rupiah yang terus melemah. Pagi ini rupiah telah menembus level 13.008 per dolar AS.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya