Sering Merasa Tidak Cocok Bergaul? Bisa Jadi Ini Penyebab yang Jarang Disadari
8 Kebiasaan di Dapur yang Diam-Diam Bisa Membahayakan Kesehatan, Nomor 1 Sering Dilakukan
Mengenal Aroma Parfum: Apa Arti Oud, Musk, Amber, hingga Vetiver dalam Bahasa Indonesia?
Makan Malam Jam Berapa agar Metabolisme Tetap Sehat dan Tidur Lebih Nyenyak? Ini Kata Penelitian
Sering Lewatkan Sarapan? Kebiasaan Ini Diduga Bisa Meningkatkan Risiko Tekanan Darah Tinggi
AXIS Nation Cup 2026 Siap Digelar, Hadirkan Final Futsal Pelajar dan Deretan Musisi Indonesia
Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI
Bisakah Menunda Menopause hingga Usia 60 Tahun? Ini Kata Para Ahli
Luxemberg
Dream - Sistem keuangan syariah makin populer di sejumlah negara muslim. Salah satu negara di Eropa bahkan mengakui sistem keuangan dengan prinsip Islami ini bisa menjadi jalan keluar dari lilitan masalah penggelapan pajak.
Pierre Gramegna, Menteri Keuangan Luxemburg menilai transparasi dalam sistem keuangan syariah bisa menjadi jalan keluar bagi negaranya yang terbelit masalah penggelapan pajak pada tahun lalu.
Gramega beralasan, adanya jaminan underlying asset dalam sistem keuangan syariah dianggap sesuai dengan pendekatan yang sedang dipertimbangkan Luxemburg. Dengan pertimbangan inilah, negara kecil Eropa ini bertekad merombak sistem perpajakannys.
" Keamanan jaminan adalah salah satu cara untuk membangun sistem keuangan yang berdasarkan atas kepercayaan dan transparansi. Sistem tersebut sesuai dengan strategi yang dikembangkan Luxemburg," kata Gramegna seperti dikutip Dream dari laman Bloomberg, Kamis, 5 Maret 2015.
Seperti diketahui, Luxemburg sempat heboh dengan ribuan dokumen yang bocor pada akhir tahun lalu. Dokumen yang dikenal sebagai LuxLeaks, menunjukkan beberapa perusahaan multinasional melakukan penggelapan pajak di negaranya.
Kini, negara yang merupakan salah satu ekonomi terkecil dalam Uni Eropa ini akan memperkenalkan langkah-langkah pajak baru tahun ini. " LuxLeaks telah menunjukkan perlunya perubahan sistem pajak di seluruh dunia," kata Gramegna.
Selain berbicara masalah pajak, Gramegna menyebut rencana negara ini menjual sukuk negara gelombang kedua pada paruh pertama tahun depan. Sebelumnya, negara dengan populasi setengah juta jiwa ini berhasil meraup dana US$ 223 juta dari hasil penjualan sukuk bertenor 5 tahun pada September tahun lalu.
Penawaran obligasi syariah kedua Luxemburg tersebut mungkin akan dipasarkan melalui investasi yang berkaitan dengan properti, kata Gramegna. " Itu bagian dari strategi pusat keuangan internasional kami," katanya.
Menurut Gramegna, penerbitan sukuk itu tidak hanya menjadi cara alternatif dalam pembiayaan dan anggaran Luxemburg, tetapi juga cara untuk mendiversifikasi produk yang ditawarkan di pusat keuangan. " Meningkatnya minat dalam keuangan syariah 'muncul ketika pasar menuntut keamanan lebih'," kata Gramegna.
" Produk yang rumit terbukti cukup berbahaya di masa lalu. Dan produk Islam terbukti lebih mudah dan sederhana."
Advertisement

Burnout Orang Tua Bisa Memicu Pengasuhan yang Keras, Kenali Tanda-Tandanya Sejak Dini

Kenapa Orang Tua Selalu Bilang Anak Zaman Sekarang Makin Buruk? Ini Kata Penelitian

3 Tanda Tubuh Cukup Serat Tanpa Harus Menghitung Setiap Gram

Seberapa Dalam Lautan Bumi? Titik Terdalamnya Bisa Menenggelamkan Gunung Everest

Sering Merasa Tidak Cocok Bergaul? Bisa Jadi Ini Penyebab yang Jarang Disadari

8 Kebiasaan di Dapur yang Diam-Diam Bisa Membahayakan Kesehatan, Nomor 1 Sering Dilakukan

Mengenal Aroma Parfum: Apa Arti Oud, Musk, Amber, hingga Vetiver dalam Bahasa Indonesia?