Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi
Dream - Indonesia tercatat sebagai negara keenam yang paling banyak dikunjungi wisatawan muslim dari luar negeri. Posisi ini kalah jauh dibandingkan negeri tetangganya, Malaysia.
Peringkatan tersebut diketahui dari hasil Indeks Perjalanan Muslim Global MasterCard-CrescentRating 2015 (MasterCard-CrescentRating Global Muslim Travel Index 2015).
Sepanjang 2014, Indonesia dilaporkan dikunjungi tak kurang dari 1,1 juta wisawatan muslim.
Peringkat Indonesia ini berada di belakang negara muslim seperti Qatar, Arab Saudi, Uni Emirate Arab, Turki, dan Malaysia.
Mengutip keterangan tertulis GMTI, Kamis, 5 Maret 2015, 108 juta wisatawan Muslim ditaksir melakukan perjalanan wisata sepanjang 2014. Jumlah ini setara dengan 10 persen dari industri wisata internasional.
Para pelancong ini dilaporkan menghabiskan uang US$ 145 miliar untuk aktivitas mereka.
Angka ini diperkirakan meningkat menjadi 150 juta wisatawan dengan pengeluaran sebesar US$ 200 miliar pada tahun 2020.
“ CrescentRating melihat adanya perubahan besar ke arah destinasi-destinasi lain yang ditargetkan di sektor ini seperti Jepang dan Taiwan. Kami memperkirakan tren ini akan terus berlanjut,” kata kata CEO CrescentRating & HalalTrip, Fazal Bahardeen.
Tidak mengejutkan, Arab Saudi memiliki jumlah tertinggi dalam hal kedatangan wisatawan Muslim di tahun 2014 dengan jumlah kedatangan sebanyak 10,2 juta dan disusul oleh Turki sebanyak 8,1 juta.
Semua 100 destinasi pada GMTI dinilai berdasarkan berbagai kriteria termasuk kecocokan sebagai destinasi liburan keluarga, tingkat layanan dan fasilitas yang disediakan, pilihan akomodasi, inisiatif pemasaran serta kedatangan pengunjung. Setiap kriteria kemudian dihitung untuk menghasilkan skor indeks keseluruhan.
Malaysia memperoleh skor indeks sebesar 83,8 disusul oleh Turki sebesar 73,8 sementara Indonesia dengan 67,5 skor indeks.
GMTI40, yang akan terus diperbarui setiap kuartal, akan melacak nilai rata-rata dari 20 besar destinasi OIC dan non-OIC dan akan membentuk algoritma untuk memantau kinerja segmen perjalanan Muslim terus-menerus.
Nilai rata-rata 40 negara (GMTI40) saat ini berada di angka 56 dengan nilai keseluruhan rata-rata GMTI untuk 100 destinasi adalah 43,8. Dari perspektif regional, destinasi Asia Pasifik memimpin dengan skor GMTI sebesar 54.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya