Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi
Dream - Meski bukan negara Islam, Singapura berhasil menjadi tujuan wisata utama bagi wisatawan muslim dunia. Padahal setahun sebelumnya, negara ini baru saja berduka dengan penurunan kunjungan wisatawan untuk pertama kalinya sejak tahun 2009.
Tak cuma Singapura, negara non muslim seperti Thailand, Hong Kong dan Taiwan berhasil memikat wisatawan non-Islam karena dianggap paling 'ramah'.
Selain Singapura, laporan Global Muslim Travel Index (GMTI) yang disusun oleh CrescentRating dan MasterCard Inc seperti dikutip Dream dari laman Zawya, Minggu, 8 Maret 2015 juga mencatat negara-negara di kawasan Eropa dan Amerika
Namun Singapura berhasil mengalahkan Perancis, Amerika Serikat dan Inggris sebagai tujuan wisata non-Islam yang ramah bagi wisatawan muslim.
Menurut GMTI yang dirilis pada Rabu kemarin tersebut Singapura juga mengungguli beberapa negara Islam, termasuk Maladewa dan Mesir, setelah mengantungi skor penilaian yang lebih tinggi untuk kategori wisata keluarga, keamanan dan pelayanan.
GMTI disusun melalui survei yang dilakukan terhadap para pelancong dari 100 negara.
Wisatawan muslim adalah salah satu kelompok turis yang paling cepat berkembang. Menarik mereka lebih penting dilakukan di tengah perlambatan ekonomi Eropa dan China, yang menjadi sumber dari banyak wisatawan global.
Wisatawan muslim biasanya mencari restoran yang menyajikan makanan halal dan masjid atau mushala yang mudah diakses untuk beribadah.
Mereka juga sadar keselamatan. Meningkatnya sentimen anti-muslim di beberapa negara Barat dan serangan militan Islam sangat mengkhawatirkan. Hal itu berkontribusi pada penilaian GMTI untuk Singapura.
Tahun lalu, 108 juta wisatawan muslim menghabiskan US$ 145 miliar, setara dengan 10 persen dari belanja wisata global, survei menunjukkan. Pada tahun 2020, jumlah ini diperkirakan akan meningkat menjadi US$ 200 miliar.
" Gaya hidup halal adalah komponen kunci dari industri perjalanan global," Fazal Bahardeen, CEO Crescentrating.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya