Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Wu Yajun, Miliarder Yang Dulunya Buruh Pabrik. (Foto: Business Insider/Longfor Properties)
Dream – Wu Yajun ini pernah bekerja di pabrik dengan gaji US$16 atau sekitar Rp226 ribu per bulan. Dengan kerja keras, dia kini memiliki harta senilai puluhan triliun rupiah.
Dengan kekayaan ini, Wu menjadi salah satu wanita terkaya di dunia. Kekayaannya didapat dari usahanya sendiri.
Dikutip dari Business Insider, Minggu 3 Maret 2019, dia bekerja sebagai buruh pabrik dan karyawan sebelum mendirikan perusahaan properti, Longfor Properties. Menurut Bloomberg, perusahaannya meraup pendapatan sebesar US$10,7 miliar (Rp151,44 triliun) pada 2016.
Dia menduduki kursi CEO selama enam tahun dan berada di kursi direksi pada 2007—2018. Bisnisnya beroperasi di 47 kota.
Dengan harta yang dimiliki, Wu menduduki peringkat ketujuh sebagai wanita terkaya di dunia.
Wu lahir di Chongqing, Tiongkok, pada 1964. Dia mengenyam pendidikan di Northwestern Polytechnical University di Xi’an ketika berusia 16 tahun dan lulus mengantongi ijazah teknik insinyur.
Setelah lulus, dia melamar kerja di salah satu pabrik milik pemerintah dan bekerja selama empat tahun. Wu mengantongi gaji senilai US$16 per bulan.
Pada 1998, ketika berusia 24 tahun, Wu bekerja sebagai jurnalis yang menulis berita properti di media China Shirong News Agency.
Wu membeli apartemen pertamanya. Sayangnya, dia menemui hal-hal yang tak menyenangkan, seperti eskalator dan pencahayaan yang buruk serta tak ada aliran gas untuk memasak.
Pada 1993, dia mendirikan perusahaan properti, Longfor Properties, dengan mantan suaminya, Cai Kui. 1997, Longfor Properties menjual perumahan pertamanya di Chongqing. Harganya sebesar US$157 (Rp2,22 juta) per meter persegi. Harganya dua kali dari rata-rata penghasilan rumah tangga di Chongqing kala itu.
Longfor merupakan salah satu pengembang mal di Tiongkok. Perusahaan memprediksi ada 300 juta orang yang mengunjungi mallnya pada 2017.
Wu menduduki posisi CEO pada 2005—2011 dan tetap di bangku kepemimpinan. Pada 2012, dia menjadi wanita terkaya di dunia. Sayangnya, Wu harus kehilangan US$3 miliar (Rp42,38 triliun) atau 40 persen sahamnya di perusahaan kepada Cai.
Miliarder ini terkenal sangat tertutup. Pada 2003, informasi tentang Wu masih sedikit. Bahkan, dia sempat dikira pria.
Ketika ditanya alasan selalu menghindar dari pemberitaan, Wu memberikan jawaban sederhana.
“ Baiklah. Saya tak ada sesuatu untuk dikerjakan. Saya hanyalah orang yang fokus terhadap bisnis,” kata dia.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya