Color Analysis, Cara Memilih Warna Pakaian agar Penampilan Lebih Menonjol
8 Kebiasaan yang Diam-Diam Bisa Merusak Kesehatan Jantung Menurut Ahli
5 Negara Paling Beragam Secara Etnis di Dunia, Nomor 1 Punya Lebih dari 800 Bahasa
8 Kombinasi Makanan yang Bisa Membantu Tubuh Menyerap Lebih Banyak Nutrisi
5 Kebiasaan Setelah Makan Malam yang Bisa Membantu Menjaga Gula Darah Semalaman
Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO
BNI Masuk Top 4 BUMN dengan Layanan Terbaik
Sering Merasa Tidak Cocok Bergaul? Bisa Jadi Ini Penyebab yang Jarang Disadari
Menteri Keuangan Sri Mulyani Dan Direktur Eksekutif Dana Moneter Internasional (IMF), Kristalina Georgieva (Foto: Instagram @smindrawati)
Dream - Menteri Keuangan Sri Mulyani mengungkapkan sepertiga negara di dunia akan menghadapi tekanan ekonomi yang tinggi dalam 4-6 bulan ke depan. Kondisi ini diakui telah menjadi kekhawatiran dan perhatian banyak negara.
“ Sepertiga negara di dunia akan mengalami tekanan ekonomi dalam 4-6 bulan kedepan,“ kata Sri Mulyani di Washington DC, Amerika Serikat dalam akun instagramnya @smindrawati, dikutip Rabu, 12 Oktober 2022.
Tekanan ekonomi yang dihadapi sejumlah negara itu dipicu beban utang yang tinggi, lemahnya fundamental makro ekonomi dan isu stabilitas politik. Tak hanya di negara maju, kondisi ini juga bakal dihadapi di negara berkembang.
Meskipun ekonomi dunia sedang dilanda kecemasan, Sri Mulyani menyatakan, pertumbuhan ekonomi Indonesia mendapat apresiasi dari Direktur Eksekutif Dana Moneter Internasional (IMF), Kristalina Georgieva yang ditemuinya saat itu.
“ Kristalina memberikan apresiasi kepada Indonesia yang meraih pertumbuhan tinggi dengan kondisi stabilitas politik dan fundamental ekonomi yang kuat, ditengah kondisi dunia yang berat,” kata Sri Mulyani.
" Indonesia remains a bright spot in a worsening global economy!
(Indonesia tetap menjadi titik terang dalam ekonomi global yang memburuk)," lanjut Sri Mulyani.
Kedua sosok wanita yang berteman sejak lama ini sependapat bahwa ancaman resesi yang dihadapi dunia memerlukan mekanisme mitigasi risiko agar kekhawatiran yang dirasakan dunia tak terjadi.
Mekanisme mitigasi risiko tersebut diharapkan dapat diterima oleh semua negara, baik negara maju dan negara berkembang.
“ Untuk membuat bantalan (buffer) agar negara-negara yang mengalami kesulitan dapat dibantu dan tidak terperosok kedalam jurang krisis dan resesi ekonomi yang lebih dalam,” ungkap Sri Mulyani.(Sah)
Advertisement
Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI

Tandyo Budi Revita: Petarung dari Pajang di Pucuk TNI AD

Limbah Makanan di Indonesia Sangat Tinggi, Pastikan Lakukan 5 Hal Ini di Rumah

IHSG Dibuka Menguat ke Level 5.940 di Tengah Aksi Hati-Hati Investor


5 Kebiasaan Setelah Makan Malam yang Bisa Membantu Menjaga Gula Darah Semalaman

8 Kombinasi Makanan yang Bisa Membantu Tubuh Menyerap Lebih Banyak Nutrisi

5 Negara Paling Beragam Secara Etnis di Dunia, Nomor 1 Punya Lebih dari 800 Bahasa

8 Kebiasaan yang Diam-Diam Bisa Merusak Kesehatan Jantung Menurut Ahli

Color Analysis, Cara Memilih Warna Pakaian agar Penampilan Lebih Menonjol

8 Kebiasaan yang Diam-Diam Bisa Merusak Kesehatan Jantung Menurut Ahli

5 Negara Paling Beragam Secara Etnis di Dunia, Nomor 1 Punya Lebih dari 800 Bahasa