Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi
Dream - Menghadapi ancaman kekeringan akibat El Nino, Menteri Pertanian Amran Sulaiman menyatakan pemerintah punya strategi untuk mengutamakan perkembangan pertanian di Kalimantan dan Sumatera.
Secara geografis, dua wilayah tersebut berada di utara garis khatulistiwa dan relatif aman dari ancaman El Nino.
" Jadi kita ketahui El Nino itu terjadi di sebelah selatan khatulistiwa dalam hal ini Jawa, Bali, Nusa Tenggara Timur dan Sulawesi," ujar Amran di Gedung Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Selasa 25 Agustus 2015.
Melihat potensi yang ada, Amran memastikan pemerintah akan mengoptimalkan seluruh potensi persawahan di Kalimantan dan Sumatera kecuali provinsi Lampung. Di Sumatera saat ini terhampar areal sawah seluas 2 juta hektare. Sementara di Kalimantan terdapat 1 juta hektare sawah.
" Akan ada bantuan pompa dan alat mesin pertanian ke daerah-daerah tersebut," ungkap Amran.
Usai optimalisasi wilayah yang tak kena dampak El Nino, Amran mengabarkan pihaknya melakukan pembahasan dengan Kementerian Pekerjaan Umum (PU) untuk pengembangan daerah irigasi.
" Irigasi teknis yang airnya mengalir sepanjang musim ada 500.000 hektare akan kita optimalkan. Sekarang ini kami mendistribusikan pompa air daerah yang ada air seperti Bengawan Solo dan sungai Cimanuk di Jawa Barat," tutup Amran.
Sementara itu, Menteri Agraria dan Tata Ruang Republik Indonesia, Ferry Mursyidan menegaskan akan memperkuat penjagaan fungsi sawah dengan penyerahan sertifikat petani.
Dari 8,06 juta hektare sawah yang terhampar di seluruh Indonesia, beberapa bagian sudah mendapatkan sertifikat tersebut.
" Itu tanah mereka pribadi, namun tidak bisa dialihfungsikan. Agar bisa diambil manfaatnya, seperti diagunkan ke bank untuk modal," tambah Ferry. (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya