Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Wakil Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Benny Soetrisno mengatakan, tenaga industri belum terancam terkena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) meski kurs rupiah melemah hingga Rp 14.000 per dolar Amerika Serikat (AS).
Para pengusaha selama ini telah menyiasati masalah perlambatan ekonomi dengan menyesuaikan volume kerja dengan cara pengurangan jam kerja pegawai.
" PHK itu masih teoritis semua, dalam praktiknya perusahaan nggak mau PHK pegawainya karena sudah cukup lama mereka bekerja. Perusahaan akam melakukan pengurangan jam kerja," kata Benny Soetrisno kepada Dream di Menara Kadin, Jakarta, Selasa 25 Agustus 2015.
Benny mencontohkan, perusahaan yang semula menerapkan waktu kerja 3 shift akan menggantinya menjadi 2 shift. Atau mengurangi jam kerja seorang pegawai dari 6 hari menjadi 3 hari.
Menurut pengusaha tekstil yang sudah berkiprah selama 25 tahun itu, keputusan melakukan PHK pegawai justru menambah kerugian perusahaan. Sebab, biaya yang dikeluarkan akan lebih banyak.
" Untuk jangka pendek, cost yang harus dibayar itu pesangon. Sedangkan jangka panjang, cost-nya adalah untuk merekrut pegawai baru, mendidik lagi itu cost. Bukan hanya pengetahuannya, tapi juga kulturnya," tegas Benny.
Sehingga, menurut Benny, PHK bukan pilihan utama yang akan diambil perusahaan dalam situasi ekonomi yang buruk.
" Pengusaha akan lebih kuat karena mereka lahir dari survival. Dia nggak akan mau secara tiba tiba secara matematis rupiah lemah karena situasi jelek, langsung potong saja jumlah pekerja, nggak bisa kayak gitu," tutup Benny.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya