Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Elon Musk, CEO Tesla
Dream - Elon Musk mengumumkan keputusannya menunda kesepakatan pembelian Twitter senilai US$44 miliar atau sekitar Rp638 triliun. Salah satu alasan Musk terkait penundaan tersebut adalah banyaknya akun palsu atau spam di aplikasi cuitan pendek itu.
Melansir CNN Business, Musk mengatakan bahwa kesepakatan yang layak dengan harga lebih rendah bukan sesuatu yang mustahil untuk kondisi saat ini. Musk menganggap nilai kesepakatan tersebut merujuk pada tudingan adanya 20 persen akun bot dari 229 juta akun yang dimiliki Twitter.
Pengumuman untuk menunda kesepakatan jual beli itu muncul dalam cuitan Musk pada Jumat, 13 Mei 2022 lalu. Musk mencuit bahwa rencana untuk membeli Twitter ditunda sementara.
CEO Tesla dan SpaceX itu mengatakan penangguhan dilakukan karena menunggu rincian perhitungan Twitter yang menyatakan akun palsu berkisar kurang dari 5 persen total pengguna di platform itu.
Merespon Tweet Musk, CEO Twitter Parag Agrawal mengakui bahwa Twitter memang belum sempurna dalam menangkap spam. Dia menulis bahwa setiap kuartal, perusahaan telah membuat perkiraan bahwa spam kurang dari 5 persen.
" Perkiraan kami didasarkan pada beberapa tinjauan manusia terhadap ribuan akun yang diambil sampelnya secara acak, secara konsisten dari waktu ke waktu,” tulis Agrawal pada Senin, 16 Mei 2022.
Angka yang diungkap CEO Twitter ini lebih rendah dibandingkan klaim yang disampaikan Musk sebanyak 20 persen.
Musk tampaknya tidak terksesan dengan penjelasan dari Agrawal. Ia kemudian membalas utas CEO Twitter tersebut dengan emoji kotoran (poop) sebagai tanggapan.
Musk menambahkan, “ Jadi bagaimana pengiklan tahu apa yang mereka dapatkan dari uang mereka? Ini fundamental bagi kesehatan finansial Twitter.”
💩
— Elon Musk (@elonmusk)May 16, 2022
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan