Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Ilustrasi (Shutterstock.com)
Dream - Banyak orang boleh ketar-ketir karena khawator kehilangan pekerjaan akibat resesi ekonomi yang sedang melanda dunia. Namun tidak bagi aparatur sipil negara atau PNS di Indonesia, gaji mereka dijamin tidak akan berkurang dalam situasi apapun.
“ Yang pasti adalah ASN honornya tetap. Iya, honornya tetap. Apakah negara ini sedang bangkrut, dunia ekonomi sedang melambat, kita ini fixed income,” kata Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Abdullah Azwar Anas , dikutip dari merdeka.com, Rabu 25 Januari 2023.
Dalam acara Closing Ceremony ASN Culture Fest 2022 di The Westin Jakarta itu, Anas mengajak seluruh PNS bersyukur dengan gaji mereka. Dia berharap para PNS berkontribusi kepada masyarakat lewat perbaikan kinerja, sehingga bisa turut mendongkrak pertumbuhan ekonomi.
“ Kalau kita lihat, kesejahteraan PNS vs kesejahteraan masyarakat kita sebenarnya kita lebih tinggi di atas. Pendapatan per kapita kita dan rata-rata anggaran satu orang PNS per tahun lebih di atas dari pendapatan per kapita rakyat di Indonesia,” tutur mantan bupati Banyuwangi tersebut.
“ Maka bersyukurlah teman-teman ASN yang fixed income ini. Maka kinerja kita mesti kita bangkitkan dalam rangka mendorong agar ekonomi kita ke depan bisa menjadi lebih terarah,” tambah Anas.
Dalam berbagai kesempatan, Presiden Joko Widodo memang sudah mewanti-wanti soal ekonomi global yang melambat di tahun ini. IMF dan Bank Dunia bahkan sudah dua kali merevisi target pertumbuhan ekonomi global sampai menjadi di bawah 2 persen.
Lebih dari 40 negara disebut sudah mengantre untuk menjadi ‘pasien’ IMF. Padahal, saat terjadi krisis 1998, yang juga menghajar Indonesia, tidak lebih dari 10 negara yang menjadi pasien IMF.
Meski demikian, Anas yakin Indonesia sudah siap menghadapi krisis global. Dia menyitir data G20 yang menunjukkan kekuatan Indonesia sangat menggembirakan.
“ Ekonomi Indonesia juga diprediksi akan jadi nomor 4 terkuat dunia,” ujar Anas.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam