Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Menperin Airlangga Hartarto (istimewa)
Dream - Kementerian Perindustrian akan melibatkan kalangan pesantren dalam menyongsong era revolusi industri 4.0. Program yang digulirkan adalah Santripreneur. Dengan program industri kecil itu, para santri di pesantren dilatih untuk berwirausaha.
Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto menuturkan, tujuan dari program santripreneur adalah agar setelah keluar dari pondok pesantren, para santri siap berkompetisi di era digital, atau era revolusi industri 4.0.
" Jadi masyarakat pesantren itu nanti kami fasilitasi dengan kegiatan usaha, ini yang akan kami dorong," ujar Airlangga usai menjadi pembicara di acara The 4th Industrial Dialogue Bappenas-JICA, di Hotel Shangri-La, Jakarta, Selasa 17 April 2018.
Pada tahap awal, Kementerian Perindustrian akan mendorong masyarakat pesantren mengembangkan usaha di sektor makanan dan minuman. Untuk diketahui, dalam menghadapi revolusi industri 4.0, pemerintah mendorong lima sektor, yakni makanan dan minuman, tekstil, otomotif, kimia dan elektronik.
Adapun untuk kalangan pesantren, pemerintah mendorong ke sektor makanan dan minuman, karena implementasinya lebih mudah dibanding sektor-sektor lain. " Produknya macam-macam, di tiap pesantren berbeda. Misalnya kami dorong untuk produksi air minum dalam kemasan," tutur Airlangga.
Saat ini, kata dia, sudah ada beberapa pesantren yang dijadikan pilot projectprogram santripreneur ini. Beberapa di antaranya adalah pesantren di Jawa Barat dan Jawa Timur. " Selain air minum dalam kemasan, nanti kami dorong usaha-usaha lain yang berkaitan dengan makanan dan minuman," ucap dia.
(Rohimat Nurbaya, Sumber: Merdeka.com)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya