10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah
Color Analysis, Cara Memilih Warna Pakaian agar Penampilan Lebih Menonjol
8 Kebiasaan yang Diam-Diam Bisa Merusak Kesehatan Jantung Menurut Ahli
5 Negara Paling Beragam Secara Etnis di Dunia, Nomor 1 Punya Lebih dari 800 Bahasa
8 Kombinasi Makanan yang Bisa Membantu Tubuh Menyerap Lebih Banyak Nutrisi
5 Kebiasaan Setelah Makan Malam yang Bisa Membantu Menjaga Gula Darah Semalaman
Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO
BNI Masuk Top 4 BUMN dengan Layanan Terbaik
Dream - Pemilihan Presiden Amerika Serikat (AS) Tahun 2016 sepertinya jadi pelajaran perhargaan bagi Facebook. Lewat sang pemiliknya, Mark Zuckerberg, Facebook menyatakan bakal menolak iklan politik sepekan jelang pemungutan suara Pilpres AS tahun ini.
Namun Facebook masih memperkenankan iklan politik untuk tayang sepekan sebelum hari pemungutan suara.
" Kami akan memblokir iklan dan isu politik baru selama pekan terakhir kampanye," tegas Zuckerberg dalam unggahannya dikutip dari akun resmi Facebooknya, Jumat, 4 September 2020.
Menurut Zuckerberg, menghentikan kampanye jelang pemungutan suara menjadi isu penting dan car terbaik untuk menghentikan hate speech kepada pemilik suara. Jelang hari-hari terakhir takkan ada kesempatan pihak lawan untuk membantah klaim yang disebarkan peserta lain.
" Jadi dalam seminggu sebelum pemilihan, kami tidak akan menerima iklan ataupun isu politik baru," katanya.

Pengiklan, lanjutnya orang terkaya dunia ini, masih diberi kesempatan beriklan sebelum pekan terakhir kampanye pilpres dan menyesuaikan audience yang dibidik.
" Iklan tersebut akan dipublikasikan secara transparan di Ads Library kami sehingga siapa pun, termasuk pemeriksa fakta dan jurnalis, dapat memeriksanya," tegas Zuckerberg.
Facebook juga berjanji akan memperpanjang jam kerjanya selama Pilpres untuk menghalau informasi keliru tentang pemungutan suara. Facebook akan bekerja sama dengan KPU setempat untuk mengidentifikasi dan menghapus informasi palsu tetang polling dalam 72 jam terakhir masa kampanye.
Lebih jauh, Facebook juga akan mengurangi risiko konten berisi informasi salah dan sesat dengan membatasi penyebaran melalui Messenger.
" Kamu masih bisa membagikan informasi tentang pemungutan suara, namun kami akan membatasi percakapan yang dikirimkan dalam satu waktu," ujar Zuckerberg.
Kebijakan ini sudah diterapkan Facebook pada platform WhatsApp selama periode sensitif. Hasilnya Facebook menganggap metode ini sebagai cara efektif untuk mengurangi informasi palsu beredar.
Advertisement
Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI

Tandyo Budi Revita: Petarung dari Pajang di Pucuk TNI AD

Limbah Makanan di Indonesia Sangat Tinggi, Pastikan Lakukan 5 Hal Ini di Rumah

IHSG Dibuka Menguat ke Level 5.940 di Tengah Aksi Hati-Hati Investor


5 Kebiasaan Setelah Makan Malam yang Bisa Membantu Menjaga Gula Darah Semalaman

8 Kombinasi Makanan yang Bisa Membantu Tubuh Menyerap Lebih Banyak Nutrisi

5 Negara Paling Beragam Secara Etnis di Dunia, Nomor 1 Punya Lebih dari 800 Bahasa

8 Kebiasaan yang Diam-Diam Bisa Merusak Kesehatan Jantung Menurut Ahli

10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Color Analysis, Cara Memilih Warna Pakaian agar Penampilan Lebih Menonjol

8 Kebiasaan yang Diam-Diam Bisa Merusak Kesehatan Jantung Menurut Ahli