Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Maskapai Saudi Arabian Airlines (Shutterstock.com)
Dream - Arab Saudi membuka kembali penerbangan menuju 25 negara termasuk Indonesia. Meski begitu, penerbangan tersebut hanya mengangkut warga Saudi yang hendak pulang mudik. Warga asing tetap dilarang untuk masuk ke Arab Saudi.
Pihak maskapai penerbangan milik Kerajaan, Saudi Arabian Airlines, mengumumkan penerbangan internasional untuk warga asing ke dalam negeri masih ditangguhkan hingga pemberitahuan selanjutnya.
Tetapi, penerbangan ke luar negeri dibolehkan untuk memfasilitasi warga asing yang ingin pulang ke negara asal dengan lebih dulu mendaftar lewat Awdah Initiative.
Awdah merupakan aplikasi ditujukan untuk warga ekspatriat di Saudi. Mereka yang memegang visa keluar dan masuk kembali serta visa keluar permanen maupun visa kunjungan dapat pulang ke negara asal melalui perjalanan udara.
Aplikasi ini dapat diakses melalui ikon Awdah pada platform Absher, dengan mencantumkan nomor iqama, tanggal lahir, nomor ponsel, kota keberangkatan dan bandara kedatangan. Para ekspatriat tidak perlu memiliki akun Absher sehingga semua warga negara bisa mengaksesnya.
Sempat beredar rumor yang menyatakan penerbangan internasional kembali dibuka sejak daftar dari Saudia mengenai penerbangan dalam kondisi tertentu beredar di masyarakat.
Para penumpang diharuskan mengisi pernyataan kesehatan dan menyerahkannya setiba di bandara. Kemudian menjalani karantina mandiri selama tujuh hari di rumah masing-masing.
Selain itu, penumpang juga diharuskan mendaftar pada aplikasi Tetamman, untuk memastikan komitmen mengisolasi diri dan menindaklanjuti kondisi kesehatan mereka secara berkala. Melalui aplikasi tersebut, penumpang diharuskan menjalani pemeriksaan kesehatan harian.
Aplikasi lain yang juga diharuskan kepada penumpang adalah Tawakkalna, yang membantu para deteksi dini kemungkinan infeksi setelah pengguna menunjukkan gejala. Aplikasi tersebut juga mengharuskan penumpang menunjukkan alamat rumahnya dalam waktu paling lama delapan jam setelah tiba.
Sementara, Saudi Arabian Airlines menerbitkan persyaratan perjalanan untuk negara-negara meliputi Indonesia, Uni Emirat Arab, Kuwait, Oman, Bahrain, Mesir, Lebanon, Tunisia, Maroko, China, Inggris, Prancis, Italia, Spanyol, Jerman, Austria, Turki, Yunani, Bangladesh, Filipina, Malaysia, Afrika Selatan, Sudan, Ethiopia, Kenya, dan Nigeria.
Sumber: Arab News
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya