10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah
Color Analysis, Cara Memilih Warna Pakaian agar Penampilan Lebih Menonjol
8 Kebiasaan yang Diam-Diam Bisa Merusak Kesehatan Jantung Menurut Ahli
5 Negara Paling Beragam Secara Etnis di Dunia, Nomor 1 Punya Lebih dari 800 Bahasa
8 Kombinasi Makanan yang Bisa Membantu Tubuh Menyerap Lebih Banyak Nutrisi
5 Kebiasaan Setelah Makan Malam yang Bisa Membantu Menjaga Gula Darah Semalaman
Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO
BNI Masuk Top 4 BUMN dengan Layanan Terbaik
Peluncuran Aplikasi Emma Dari AXA Financial Indonesia (Foto: Dream.co.id/Okti Nur Alifia)
Dream - Berbagai perusahaan asuransi terus berinovasi dan mengakselerasi transformasi digital mereka guna memberikan layanan terbaik bagi para nasabahnya.
Seperti AXA Financial Indonesia yang meluncurkan aplikasi Emma untuk memudahkan nasabah dalam mengelola polis dan mendapatkan ragam informasi keuangan dan kesehatan. Setelah sebelumnya hanya dapat ditemui melalui Web Base.
“ Sebagai bagian dari strategi digital transformasi AXA Financial Indonesia, kami menghadirkan layanan nasabah berbasis teknologi digital dalam satu aplikasi," kata Presiden Direktur AXA Financial Indonesia, Niharika Yadav.
Peluang ini dimanfaatkan AXA Financial seiring dengan pertumbuhan industri 4.0 yang meningkat. Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) mencatat pengguna internet di Indonesia mencapai 215,63 juta orang pada 2022-2023, meningkat 2,67 persen dibandingkan pada periode sebelumnya.
Lalu, jika ada digital platform, bagaimana nasib tenaga pemasar?
Direktur AXA Financial Indonesia, Cicilia Nina, mengatakan, meskipun meluncurkan digital platform, AXA Financial tidak menggeser posisi tenaga pemasar di lingkungan bisnisnya.
" Emma adalah digital platform tapi bukan platform untuk penjualan," kata Cicilia.
Dia meminta tenaga pemasar tidak khawatir akan tergeser oleh aplikasi. Apalagi, kata dia, peraturan menyebut asuransi harus dibeli lewat tenaga pemasar.
" Sampai dengan hari ini aturan dari regulasi pun mengatur pembelian produk asuransi masih perlu penjelasan tenaga pemasar (yang terlisensi)," tambah Cicilia.
Menurut Cicilia, dengan adanya Emma justru memperkaya jalur distribusi dan bisa menyentuh nasabah lebih luas. Namun demikian nasabah pun tidak bisa seenaknya membeli produk lewat aplikasi karena tetap ada aturannya.
" Kalaupun ada produk yang langsung bisa dibeli itu tidak langsung di Emma-nya. Tetapi contoh kita bekerja sama dengan Bu dokter dan ini menjadi produk tertentu yang very-very simple dan bisa dibeli melalui Emma. Dan teknologi ini bukan memangkas (tenaga pemasar), tetapi justru memperkaya, menjadi perpanjangan tangan, teman sejati bagi tenaga pemasar untuk bisa engagement," terangnya.
Kemudahan dari adanya platform Emma, lanjut Cicilia, juga mempunyai dampak pada efisiensi bisnis perusahaan. " Jadi benar-benar yang di engange adalah nasabahnya dulu. Kemudian digampangin dan impactnya adalah pada efisiensi bisnis," jelasnya.
Advertisement
Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI

Tandyo Budi Revita: Petarung dari Pajang di Pucuk TNI AD

Limbah Makanan di Indonesia Sangat Tinggi, Pastikan Lakukan 5 Hal Ini di Rumah

IHSG Dibuka Menguat ke Level 5.940 di Tengah Aksi Hati-Hati Investor


5 Kebiasaan Setelah Makan Malam yang Bisa Membantu Menjaga Gula Darah Semalaman

8 Kombinasi Makanan yang Bisa Membantu Tubuh Menyerap Lebih Banyak Nutrisi

5 Negara Paling Beragam Secara Etnis di Dunia, Nomor 1 Punya Lebih dari 800 Bahasa

8 Kebiasaan yang Diam-Diam Bisa Merusak Kesehatan Jantung Menurut Ahli

10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Color Analysis, Cara Memilih Warna Pakaian agar Penampilan Lebih Menonjol

8 Kebiasaan yang Diam-Diam Bisa Merusak Kesehatan Jantung Menurut Ahli