Ada Bukti DPR Tak Pernah Bahas Pasal 18 Ayat 3 PKPU
Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan Grand Final Futsal Pelajar, Laga Para Juara dengan Panggung Musik di Istora Senayan
Anak Ditinggal Sendirian saat Masih Kecil, Di Mana Batas Kebebasan dalam Pola Asuh?
Benarkah Sarden Kalengan Bukan Makanan Olahan? Ini Penjelasannya
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%
Rancangan NurZahra Di Jakarta Fashion Week 2015
Dream - Prestasi ekspor fesyen Indonesia cukup membanggakan. Kementerian Perdagangan mencatat pada periode 2009-2013, tren ekspor produk fesyen mengalami pertumbuhan positif sebesar 10,59% per tahun. Sementara itu, nilainya selama Januari-Juli 2014 mencapai US$ 8,47 miliar atau naik sebesar 17,30% dibanding nilai ekspor produk fesyen periode yang sama tahun 2013.
Negara tujuan ekspor fesyen tanah air yang paling utama, antara lain Amerika Serikat, Jepang, Afrika Selatan, Jerman, dan Uni Emirat Arab.
Produk fesyen Indonesia yang mendominasi pasar ekspor terdiri dari produk pakaian jadi dengan nilai sebesar US$ 4,65 miliar atau 54,88%, alas kaki US$ 2,36 miliar atau 27,85%, perhiasan US$ 1,46 miliar atau 17,26%, dan arloji US$ 1,43 juta atau 0,02%.
Melihat peluang pasar yang begitu besar, Direktur Pengembangan Produk Ekspor,Kemendag, Sulistyawati, mengimbau para pelaku usaha produk fesyen dapat memanfaatkan setiap peluang.
“ Saya berharap mereka mampu manfaatkan peluang, menciptakan manajemen yang efektif, tren dan inovasi baru, serta pengembangan merek sebagai identitas produk,” ujarnya dalam keterangan pers Kemendag, Rabu, 5 November 2014.
Untuk ikut dalam mempromosikan produk fesyen Indonesia, lanjut Sulistyawati, pihak Kemendag, menggelar kegiatan Fashionlink yang merupakan ajang bertemunya para desainer Indonesia yang siap go international dengan para buyers domestik dan mancanegara untuk menjalin kerja sama bisnis.
" Kemendag berupaya menentukan strategi promosi efektif untuk dapat memenuhi permintaan dan menciptakan pasar baru, terutama ke pasar internasional," ujarnya.
Harapannya, lanjut Sulistyawati, para desainer Indonesia tidak lagi hanya mampu menciptakan koleksi desain yang unik dan berkualitas tinggi, namun dari sisi pemasaran, produk fesyen Indonesia akan mampu menyerap kebutuhan pasar lebih besar lagi.
Program Fashionlink yang sebelumnya dikenal dengan nama Buyers Room kembali hadir untuk ke-3 kalinya pada 3-7 November 2014, sebagai bagian dari rangkaian Jakarta Fashion Week (JFW) 2015 yang dilaksanakan sejak 1-7 November 2014 di Senayan City, Jakarta. Melalui Fashionlink inilah, Kemendag yang bekerja sama dengan Femina Group, berharap dapat terus mendukung perluasan dan penguatan jejaring pemasaran dan bisnis fesyen, tidak hanya di dalam negeri, tapi juga di luar negeri.
Advertisement
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%



Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya