Selasa, 20 Oktober 2026 Cari

Gaji Menteri Baru Diusulkan Naik

Reporter : Syahid Latif
Senin, 8 September 2014 14:02
Gaji Menteri Baru Diusulkan Naik
Saat ini para pembantu presiden tersebut baru menerima gaji Rp 19 juta per bulan.

Dream - Pemerintah baru Presiden terpilih Joko Widodo baru akan efektif Oktober mendatang. Namun wacana kenaikan gaji para menteri sudah diusung Wakil Presiden terpilih Jusuf Kalla (JK).

JK yang juga politisi senior Golkar ini beralasan, kenaikan gaji para pembantu presiden ini diharapkan bisa mengurangi penyelewengan para menteri. Terutama tindak pidana korupsi.

Saat ini, para menteri menerima gaji terbilang kecil yakni sebesar Rp 19 juta per bulan. Jumlah tersebut dianggap tak seimbang dengan pendapatan para anggota DPR yang mencapai Rp 70 juta per bulan ditambah berbagai fasilitas.

" Saya hanya mengatakan gaji menteri dengan anggota DPR itu jauh. Pada waktunya perlu ada pertimbangan disesuaikan," kata JK di Hotel Darmawangsa, Jakarta, seperti dikutip Dream dari laman Merdeka.com, Senin, 8 September 2014.

Usul mantan Wapres Yudhoyono ini mendapat dukungan dari sejumlah tokoh. Pengamat ekonomi Faisal Basri yakin usul kenaikan ini takkan membebani keuangan negara.

" Tidak akan sampai Rp 1 triliun," katanya.

Faisal bahkan mengatakan gaji direktur jenderal di Kementerian Keuangan bahkan lebih tinggi ketimbang menterinya.

Dukungan senada disampaikan Deputi Rektor Universitas Paramdian, Wijayanto Samirin. Menurutnya, kenaikan gaji para pembantu presiden ini akan mengurangi kesenjangan dengan lembaga lainnya.

Namun, Wijayanto mengingatkan pemerintahan baru untuk mengimbangi usul kenaikan gaji tersebut dengan peningkatan kualitas kerja.

Dari kawasan Senayan, anggita DPR Harry Azhar Azis menilai wacana kenaikan gaji menteri menjadi kewenangan dari presiden dan Wapres terpilih.

Harry mengungkapkan, pemerintah memiliki dana cadangan yang dapat digunakan untuk penambahan belanja pegawai. " Anggaran bisa direlokasi," katanya.

Sementara itu pendukung pemerintah Jokowi yang menjadi politisi PDIP Dewi Aryani mengakui penyebab korupsi para menteri memang salah satunya dipicu kebutuhan hidup.

Sebagai seorang menteri, Dewi menilai, tentunya banyak pengeluaran terutama dibidang sosial yang dibutuhkan. (Ism)

Beri Komentar