Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Goldman Sach (Sumber: Www.huffingtonpost.com)
Dream - Perlahan namun pasti, sistem keuangan syariah mulai diterima perusahaan-perusahaan dari negara non-muslim. Salah satu lembaga keuangan ternama asal Amerika Serikat (AS), Goldman Sachs, terbuki menghidupkan kembali rencananya menerbitkan obligasi syariah edisi perdananya bernilai US$ 500 juta.
Ini menjadi tanda bahwa keuangan Islam akan menjadi mainstream, menyusul bank konvensional mulai melirik potensi uang Timur Tengah.
Lembaga keuangan AS ini rencananya akan bertemu sejumlah investor di Qatar Rabu depan dan Uni Emirat Arab pada hari berikutnya. Agendanya, membahas penjualan sukuk perdana Goldman Sachs yang kabarnya bertenor lima tahun.
Jika sukuk diterbitkan setelah pertemuan itu, Goldman dipastikan menjadi bank non-Islam kedua yang menjual sukuk setelah HSBC unit Timur Tengah melakukannya dengan nilai US$ 500 juta pada tahun 2011.
Sumber internal yang mengetahui rencana itu dari laman Zawya, Senin, 8 September 2014 mengungkapkan, underlying asset yang digunakan dalam sukuk edisi Goldman ini akan dialihkan ke komoditas dan minyak menta. Dana yang diperoleh akan digunakan dalam bisnis komoditas oleh J. Aron & Co, sebuah unit Goldman.
Beberapa bank global lainnya siap untuk mengikuti Goldman Sachs. Dalam beberapa bulan terakhir, Societe Generale (Perancis)dan Bank of Tokyo-Mitsubishi UFJ, bank pemberi pinjaman terbesar di Jepang, telah mempersiapkan diri untuk mengeluarkan sukuk di Malaysia.
Upaya awal oleh Goldman untuk menjual sukuk pada tahun 2011 menjadi kontroversi dan dibatalkan karena beberapa industri menganggap suku gagal untuk mengikuti prinsip-prinsip Islam, yang meliputi larangan pembayaran bunga dan spekulasi moneter murni.
Tapi bank AS sekarang kembali ke pasar seiring dengan industri keuangan Islam yang tumbuh dengan cepat yang didorong oleh booming ekonomi di Teluk dan Asia Tenggara.
Sukuk baru yang diterbitkan tahun ini bernilai US$ 85,9 miliar melalui 456 penawaran global, naik dari US$ 74,9 miliar melalui 558 penawaran tahun sebelumnya, menurut data dari Zawya, sebuah perusahaan Thomson Reuters.
Pemerintahan negara-negara non-Muslim juga mulai menerbitkan sukuk. Pada bulan Juni, Inggris menjadi pemerintah Barat pertama yang melakukannya, sementara Hong Kong, Afrika Selatan dan Luxembourg merencanakan penjualannya tahun ini.
Bagi beberapa investor, Goldman Sachs adalah simbol perbankan Barat. Usaha pertama mereka untuk masuk pasar sukuk senilai US$2 miliar yang didaftarkan pada Irish Stock Exchange tiga tahun lalu menimbulkan kecurigaan bahwa Goldman bertujuan mengeksploitasi keuangan Islam. (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya