Selasa, 20 Oktober 2026 Cari

Lembaga Keuangan Ternama AS Ikut Jual Utang Syariah

Reporter : Syahid Latif
Senin, 8 September 2014 12:02
Lembaga Keuangan Ternama AS Ikut Jual Utang Syariah
Lembaga keuangan asal Amerika Serikat ini akan menjadi perusahaan kedua dari negara non muslim yang mengeluarkan utang syariah

Dream - Perlahan namun pasti, sistem keuangan syariah mulai diterima perusahaan-perusahaan dari negara non-muslim. Salah satu lembaga keuangan ternama asal Amerika Serikat (AS), Goldman Sachs, terbuki menghidupkan kembali rencananya menerbitkan obligasi syariah edisi perdananya bernilai US$ 500 juta.

Ini menjadi tanda bahwa keuangan Islam akan menjadi mainstream, menyusul bank konvensional mulai melirik potensi uang Timur Tengah.

Lembaga keuangan AS ini rencananya akan bertemu sejumlah investor di Qatar Rabu depan dan Uni Emirat Arab pada hari berikutnya. Agendanya, membahas penjualan sukuk perdana Goldman Sachs yang kabarnya bertenor lima tahun.

Jika sukuk diterbitkan setelah pertemuan itu, Goldman dipastikan menjadi bank non-Islam kedua yang menjual sukuk setelah HSBC unit Timur Tengah melakukannya dengan nilai US$ 500 juta pada tahun 2011.

Sumber internal yang mengetahui rencana itu dari laman Zawya, Senin, 8 September 2014 mengungkapkan, underlying asset yang digunakan dalam sukuk edisi Goldman ini akan dialihkan ke komoditas dan minyak menta. Dana yang diperoleh akan digunakan dalam bisnis komoditas oleh J. Aron & Co, sebuah unit Goldman.

Beberapa bank global lainnya siap untuk mengikuti Goldman Sachs. Dalam beberapa bulan terakhir, Societe Generale (Perancis)dan Bank of Tokyo-Mitsubishi UFJ, bank pemberi pinjaman terbesar di Jepang, telah mempersiapkan diri untuk mengeluarkan sukuk di Malaysia.

Upaya awal oleh Goldman untuk menjual sukuk pada tahun 2011 menjadi kontroversi dan dibatalkan karena beberapa industri menganggap suku gagal untuk mengikuti prinsip-prinsip Islam, yang meliputi larangan pembayaran bunga dan spekulasi moneter murni.

Tapi bank AS sekarang kembali ke pasar seiring dengan industri keuangan Islam yang tumbuh dengan cepat yang didorong oleh booming ekonomi di Teluk dan Asia Tenggara.

Sukuk baru yang diterbitkan tahun ini bernilai US$ 85,9 miliar melalui 456 penawaran global, naik dari US$ 74,9 miliar melalui 558 penawaran tahun sebelumnya, menurut data dari Zawya, sebuah perusahaan Thomson Reuters.

Pemerintahan negara-negara non-Muslim juga mulai menerbitkan sukuk. Pada bulan Juni, Inggris menjadi pemerintah Barat pertama yang melakukannya, sementara Hong Kong, Afrika Selatan dan Luxembourg merencanakan penjualannya tahun ini.

Bagi beberapa investor, Goldman Sachs adalah simbol perbankan Barat. Usaha pertama mereka untuk masuk pasar sukuk senilai US$2 miliar yang didaftarkan pada Irish Stock Exchange tiga tahun lalu menimbulkan kecurigaan bahwa Goldman bertujuan mengeksploitasi keuangan Islam. (Ism)

Beri Komentar