4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Ada Bukti DPR Tak Pernah Bahas Pasal 18 Ayat 3 PKPU
Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan Grand Final Futsal Pelajar, Laga Para Juara dengan Panggung Musik di Istora Senayan
Anak Ditinggal Sendirian saat Masih Kecil, Di Mana Batas Kebebasan dalam Pola Asuh?
Benarkah Sarden Kalengan Bukan Makanan Olahan? Ini Penjelasannya
Dream - Meski bergerak kurang meyakinkan di awal sesi pembukaan, bursa saham Indonesia akhirnya menutup perdagangan di pekan pertama September di zona hijau.
Sentimen yang relatif kondusif dari dalam dan luar negeri bahkan hampir membawa Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencetak rekor baru.
Pada penutupan perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Jumat, 5 September 2014, IHSG menguat 12,01 poin (0,23%) ke level 5.217,33. IHSG sebelumnya mencetak rekor di level 5.224,13.
Menguat harga saham dari 153 emiten telah membawa IHSG ke zona hijau meski dibuka melemah di sesi pra pembukaan. Tercatat 5,3 miliar saham telah ditransaksikan pelaku pasar dengan perputaran uang mencapai Rp 5,35 triliun.
Penguatan IHSG turut ditopang aksi beli pemodal asing meski dengan nilai yang mulai berkurang. Nett buy asing jelang akhir pekan ini mencapai Rp 300 miliar.
Aksi beli pelaku pasar ikut mendorong dua indeks saham syariah di BEI mengakhiri transaksi perdagangan di zona hijau.
Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) yang dibuka di zona merah, berbalik menguat 0,22 poin (0,13%) ke level 171,26. Penguatan indeks ISSI ini disokong oleh naiknya harga saham dari 97 emiten sementara 91 lainnya masih terpuruk di zona merah.
Pemodal mentransaksikan tak kurang dari 29,63 miliar saham dengan nilai mencapai Rp 3,35 triliun.
Gerak indeks ISSI jelang akhir pekan ini memang lebih banyak bergerak di zona hijau. Indeks ISSI sempat menyentuh level tertinggi di 171,74.
Pembalikan ke zona hijau juga dialami indeks saham bluechips syariah, Jakarta Islamic Index (JII). Dibuka melemah di level 699,29, indeks JII menutup perdagangan dengan menguat 0,61 poin (0,08%) ke level 702,84.
Indeks acuan saham bluechips syariah ini sempat menyentuh level tertinggi 704,86 dan mengangkat 10 emiten ke zona hijau. Meski menguat, emiten beluchips syariah justru lebih banyak yang mencetak koreksi sebanyak 15 emiten.
Dari kawasan regional, sebagian besar saham acuan di Asia justru bergerak melemah. Indeks Nikkei Jepang dan Hang Seng Hongkong tercatat melemah 0,05 persen dan 0,23 persen. (Ism)
Advertisement
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele

Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
