Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Penampakan Batu Safir Bintang Raksasa, Diduga Terbesar Di Dunia. (Foto: Video YouTube)
Dream - Para kuli bangunan yang sedang menggali sumur secara tidak sengaja menemukan bongkahan batu safir raksasa.
Batu safir yang diberi nama Batu Keberuntungan ini bernilai lebih dari US$100 juta atau sekitar Rp1,4 triliun.
Bongkahan batu berharga tersebut ditemukan saat mereka menggali sumur di belakang sebuah rumah di Ratnapura, Sri Lanka.
Pemilik rumah yang kebetulan seorang pedagang permata, sangat senang dengan penemuan bongkahan batu safir raksasa tersebut.
Batu berwarna biru pucat tersebut memiliki berat 510 kilogram. Jika ditaksir, batu safir raksasa itu bernilai 2,5 juta karat.

" Orang yang menggali sumur memberi tahu tentang penemuan batu aneh. Saat digali lebih dalam kami menemukan spesimen raksasa ini," kata pemilik rumah yang hanya ingin dipanggil Gamage.
Pria yang merupakan pedagang permata generasi ketiga ini sengaja tidak memberikan nama lengkap atau lokasi rumahnya demi alasan keamanan.

Gamage segera memberi tahu pihak berwenang tentang penemuan itu. Tetapi butuh lebih dari satu tahun untuk membersihkannya dari lumpur dan kotoran lainnya.
Selama proses pembersihan, sebagian dari batu aneh tersebut rontok. Saat diteliti, ternyata rontokan tersebut adalah batu safir bintang berkualitas tinggi.
Sementara itu, seorang ahli mengaku baru pertama kali itu dia melihat batu mulia sebesar dan seindah itu.
" Saya belum pernah melihat spesimen sebesar itu sebelumnya. Ini mungkin terbentuk sekitar 400 juta tahun yang lalu," ujar Dr Gamini Zoysa, ahli permata terkenal di Sri Lanka.
Sayangnya, meski spesimen itu memiliki nilai karat yang tinggi, sebagian ahli meragukan semua batu yang ada di dalamnya berkualitas tinggi.
Para pelaku industri batu berharga berharap 'Batu Keberuntungan' akan menggairahkan pasar yang sebelumnya sempat surut akibat pandemi Covid-19.
" Ini adalah spesimen safir bintang langka, mungkin yang terbesar di dunia. Mengingat ukuran dan nilainya, ini akan menarik minat kolektor pribadi atau museum," kata Thilak Weerasinghe, Ketua Otoritas Permata dan Perhiasan Nasional Sri Lanka.
Sumber: BBC
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya