Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Peluncuran Produk MiFLIP, Senin, 14 November 2022. Foto: Alfi Salima Puteri
Dream - Berdasarkan data Future Ready Survey 2022 yang dilakukan oleh Bank DBS Indonesia dan Manulife Indonesia, 61 persen responden Indonesia menyatakan ketertarikannya pada asuransi untuk melindungi mereka seiring bertambahnya usia.
Kendati demikian, banyak responden yang menyatakan bahwa mereka belum mempersiapkannya. Untuk itu, Manulife Indonesia dan Bank DBS Indonesia meluncurkan produk asuransi jiwa MiFirst Life Protector (MiFLIP), melalui aplikasi digibank by DBS. Premi produk tersebut mulai dari Rp50 ribu.
Head of Product Management Manulife Indonesia, Richard Sondakh, mengatakan, produk MiFLIP dirancang untuk melindungi serta mempersiapkan kebutuhan masa depan dan mengantisipasi ketidakpastian hidup nasabah.
" MiFLIP memberikan uang pertanggungan hingga Rp1 miliar dengan masa pertanggungan delapan hingga 15 tahun. Preminya pun terjangkau dapat ditentukan sesuai kebutuhan nasabah mulai dari Rp50 ribu," kata Richard dalam konferensi pers, Senin 14 November 2022.
Secara rinci, uang pertanggungan tersebut disesuaikan berdasarkan usia ketika masuk. Misalnya, untuk pertanggungan maksimal Rp1 miliar bisa didapat ketika tertanggung masuk di usia 31 hingga 40 tahun.
“ Nanti ketika masa pertanggungan selesai, uang premi bisa kembali 100 persen,” jelasnya.
Selain itu, proses registrasi tanpa medical check-up yang praktis dan dapat diakses kapan pun dan di mana pun melalui digibank by DBS.
Namun, Ricgard menegaskan tetap melakukan mitigasi risiko agar tidak berdampak pada klaim pada nantinya.
“ Seleksi risiko tetap dilakukan dimana ada tiga pertanyaan jika memang tidak memenuhi ketentuan yang ada, maka tidak bisa membeli produk ini,” imbuhnya.
Manulife mengerti bahwa nasabah menginginkan lebih banyak pengalaman secara digital. Oleh karena itu, perusahaan berkomitmen untuk memenuhi kebutuhan tersebut dengan menyediakan MiFLIP melalui digibank by DBS.
" Melalui MiFLIP nasabah akan mendapatkan kemudahan dan ketenangan finansial dari berbagai risiko ketidakpastian hidup, serta dapat mempersiapkan masa depan dengan baik," ujarnya.
Sementara itu, Presiden Direktur Bank DBS Indonesia, Chu Chong Lim, mengaku bangga dapat menghadirkan MiFLIP sebagai produk bancassurance pertama yang tersedia melalui digibank by DBS.
Hal ini sesuai dengan prinsip perusahaan untuk terus bertransformasi digital.
" Kami berharap kerja sama dengan Manulife Indonesia dapat terus melahirkan produk bancassurance lainnya sehingga dapat memberikan proteksi menyeluruh bagi nasabah, serta lebih mudah menjangkau kaum milenial melalui solusi digital kami," terangnya.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan