7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Tetra Pak (Shutterstock.com)
Dream - Perusahaan yang bergerak di bidang pemrosesan dan pengemasan makanan dan minuman, Tetra Pak, berkomitmen untuk menjaga kelestarian bumi dengan gerakan sustainabilitynya.
Tetra Pak telah mengumpulkan 15 ribu ton sampah atau setara dengan 1,8 juta kemasan untuk di daur ulang. Sustainability Manager Tetra Pak Indonesia dan Malaysia Reza Andreanto mengatakan, upaya ini sejalan dengan moto perusahaan yakni “ Protect What’s Good”.
“ Kita telah mengumpulkan kemasan karton untuk daur ulang sebanyak kurang lebih 15 ton, atau setara dengan 1,8 juta pieces kemasan,” ujarnya dalam Media Gathering di Jakarta, Kamis, 15 Desember 2022.
Dalam pelaksanaan daur ulang, Tetra Pak Indonesia berkolaborasi dengan 4 mitra pabrik daur ulang yang tersebar di Tangerang, Mojokerto, Pasuruan, serta Kudus dan 6 mitra pengumpul di wilayah Jawa dan Bali.
Diketahui sejak tahun 2005 Tetra Pak mulai mengembangkan infrastruktur pengumpulan kemasan Karton Bekas Minum (KBM) yang diinisiasi dari hasil riset bersama Balai Besar Pulp dan Kertas (BBPK) di bawah Kementrian Perindustrian.
Tetra Pak yang merupakan bagian dari 15 perusahaan anggota Indonesia Packaging Recovery Organization (IPRO) menyatakan telah mengedukasi lebih dari 80.000 konsumennya terkait pemilahan kemasan bekas dari sumbernya.
Penanganan sampah memang sedang digencarkan berbagai negara, termasuk Indonesia yang berkaitan dengan Sustainable Development Goals (SDGs) untuk melindungi lingkungan.
Data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menunjukkan pada tahun ini jumlah timbulan sampah mencapai 29,8 juta ton.
Dari jumlah tersebut, setidaknya 17,54 persen adalah sampah plastik dengan tingkat daur ulangnya yang baru mencapai 10 persen.
Advertisement
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?