7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Ilustrasi Shopee (Foto: Shutterstock/Najmi Arif)
Dream - Indonesia tak luput dari gulungan badai pemutusan hubungan kerja (PHK). Banyak karyawan, terutama di perusahaan rintisan atau startup yang kehilangan pekerjaan karena dirumahkan.
Terbaru Elevania menutup layanannya. Begitu pula yang terjadi pada e-commerce besar seperti Shopee Indonesia dan JD.ID, mereka masuk dalam daftar perusahaan yang memangkas karyawan.
Tak hanya itu, sekelas perusahaan merger Gojek dan Tokopedia (GoTo) juga memutuskan melakukan PHK. Lalu perusahaan apa saja yang telah melakukan PHK?
Elevenia
Situs belanja online Elevania resmi menutup layanannya per 1 Desember 2022. Marketplace yang diluncurkan pada Maret 2014 itu mengumumkan salam perpisahan dalam laman resminya di elevenia.co.id.
" Efektif per hari ini kami menutup layanan www.elevenia.co.id. Terima kasih telah menjadi mitra kami selama ini," tulisnya. Pengumuman ini tentunya otomatis membuat karyawannya kehilangan pekerjaan.
Shopee Indonesia
Shopee Indonesia memutuskan untuk melakukan PHK pada karyawannya pada Senin, 19 September 2022. Pihak Shopee Indonesia sendiri tidak merinci berapa jumlah karyawan yang terdampak. Kabarnya cukup banyak karyawan yang terkena PHK.
Namun dalam laporan Bloomberg, rencana Shopee Indonesia melakukan PHK disebut sekitar 3 persen dari total karyawannya.
JD.ID
Pada bulan Desember ini, JD.ID melakukan PHK dengan memangkas 200 pegawai atau sekitar 30 persen dari pekerja. Keputusan yang diambil ini disebut untuk menjawab tantangan ekonomi global serta pertumbuhan bisnis digital yang sangat cepat.
GoTo
PHK yang dilakukan PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GoTo) bisa dibilang seperti PHK massal, sebab GoTo telah mengurangi karyawannya sebanyak 1.300 orang atau sekitar 12 persen dari total karyawan tetap pada November 2022.
Ruangguru
Selang beberapa jam dari GoTo, Ruangguru turut melakukan pemangkasan ratusan karyawannya. Tidak diketahui berapa jumlah pastinya, namun iklim pasar global yang memburuk menjadi alasan PHK dilakukan.
Sayurbox
Startup di bidang e-grocery melakukan PHK pada bulan Desember ini. Tercatat sebanyak 5 persen dari karyawannya telah diberhentikan kerja.
Sayurbox mengklaim PHK dilakukan dalam rangka menjadi perusahaan yang mandiri secara finansial dan tumbuh secara berkelanjutan. Disebut berkelanjutan dalam jangka panjang, walaupun di tengah tantangan makro ekonomi global.
SiCepat
Dalam rangka menempuh evaluasi kompetensi karyawan, startup SiCepat yang bergerak di bidang pengiriman barang melakukan PHK dengan 360 karyawannya yang terdampak.
Zenius
Zenius, startup yang bergerak di bidang pembelajaran pendidikan mengumumkan PHK pada sekitar 800 karyawannya dari Mei hingga Agustus 2022.
Glints
Glints melakukan PHK sebanyak 18 persen dari 1.100 karyawannya atau jika dijumlah 198 orang, dilansir dari Tech in Asia.
Beberapa perusahaan lain yang melakukan PHK diantaranya:
Link Aja, Pahamify, Ajaib, Tokocrypto, Binar Academy, Bananas Indonesia, GrabKitchen, Mamikos, Mobile Premier League, Lummo, TaniHub hingga SIRCLO.
Advertisement
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?