Bisakah Menunda Menopause hingga Usia 60 Tahun? Ini Kata Para Ahli
Seberapa Dalam Lautan Bumi? Titik Terdalamnya Bisa Menenggelamkan Gunung Everest
3 Tanda Tubuh Cukup Serat Tanpa Harus Menghitung Setiap Gram
Kenapa Orang Tua Selalu Bilang Anak Zaman Sekarang Makin Buruk? Ini Kata Penelitian
Burnout Orang Tua Bisa Memicu Pengasuhan yang Keras, Kenali Tanda-Tandanya Sejak Dini
Tandyo Budi Revita: Petarung dari Pajang di Pucuk TNI AD
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
5 Makanan Olahan yang Bisa Dikonsumsi Setiap Minggu untuk Membantu Menjaga Kolesterol
Peluncuran Penelitian LPEM FEB UI Terhadap GoTo (Foto: Dream.co.id/Okti Nur Alifia)
Dream - Komisaris PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GoTo) Agus Martowardojo menyatakan perusahaan akan selalu melakukan kajian terkait efisiensi sumber daya manusia (SDM). Sebagai sebuah perusahaan hasil merger, Gojek dan Tokopedia,aksi korporasi itu lazim dilakukan sebagai upaya mengejar profit.
" Efisiensi itu memang harus terus dilakukan, efisiensi itu termasuk di sumber daya manusia," kata Agus di kantor Gojek, Jakarta, Rabu, 29 Maret 2023.
GoTO di awal Maret 2023 melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap 600 karyawannya. Langkah itu menyusul efisiensi pegawai sebanyak 1.300 orang yang dilakukan di akhir tahun 2022.
Agus menjelaskan langkah efisiensi SDM ini berhubungan dengan strategi pengendalian biaya. Kebanyakan perusahaan hasil merger memiliki ruang penghematan karena begitu banyak pekerjaan duplikasi, khususnya di level head office.
Adanya dua langkah efisiensi yang dibuat GoTo, lanjutnya, adalah bagian dari pengendalian biaya yang dikeluarkan perusahaan. " Memang pengendalian biaya itu, yang fix cost yang besar itu biaya pegawai," ungkap Agus.
Meski menjalankan rasionalisasi jumlah pegawai, manajemen GoTo menyadari jika andalan utama untuk membuat GoTo maju adalah human capital. Sehingga perusahaan memastikan akan selalu memberi perhatian terhadap karyawannya agar mempunyai motivasi tinggi dan dapat bekerja produktif.
" Jadi tentu akan ada kepastian tapi untuk memastikan tidak ada lagi (PHK) tentu untuk organisasi yang baru merger di 2021 harus terus lakukan reviewnya," ungkap Agus.
Mantan Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Indonesia (BI) ini memastikan pihak direksi akan terus mengawasi, memberi nasihat, serta melakukan konsultasi terhadap semua perencanaan GoTo.
Terkait perencanaan GoTo ke depan, Agus mengatakan perusahaan akan fokus mengejar profitability dan melakukan pertumbuhan namun yang berkualitas.
" Ini perlu diyakinkan kita efisien karena kita percaya platform GOTO harus efisien dan itu yang akan harus kita kejar karena profitability sudah akan kelihatan pada kuartal IV tahun 2023, nanti adjusted EBITDA-nya sudah positif," ujar Agus.
Agus menginformasikan adjusted EBITDA GoTo di kuartal IV tahun 2022, dibangun setahun sebelum ada kenaikan sampai 52 persen.
Selain itu, Agus menyebut GoTo akan berupaya melakukan monetisasi terhadap pendapatan. Kemudian pengendalian biaya dan melakukan pengembangan fitur-fitur atau produk yang inovatif, yang nantinya berkontribusi dengan revenue.
" Sekarang kita akan mengejar profitability, mengejar fundamental untuk supaya GOTO bisa berperan terus menjadi ekosistem yang terbesar di digital dan InsyaAllah menjadi kebanggaan dari Indonesia di dunia," ujarnya.
Advertisement

Diagnosis ADHD dan Autisme Meningkat Tajam, Studi Besar Ungkap Perubahan Siapa yang Terdiagnosis

Kuku Tiba-Tiba Memerah? Perubahan Kecil Ini Bisa Jadi Tanda Penyakit Tersembunyi

Orang Tua Baru Rentan Burnout, Riset Menunjukkan Kerja Sama Pasangan Bisa Jadi Penangkalnya

Megalodon Pernah Jadi Raja Lautan, Mengapa Predator Raksasa Ini Akhirnya Punah?

Bisakah Menunda Menopause hingga Usia 60 Tahun? Ini Kata Para Ahli

Seberapa Dalam Lautan Bumi? Titik Terdalamnya Bisa Menenggelamkan Gunung Everest

3 Tanda Tubuh Cukup Serat Tanpa Harus Menghitung Setiap Gram