Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Apa Saja, Sih, Soft Skill Yang Harus Dikuasai Untuk Bisa Mendapatkan Pekerjaan? (Foto: Shutterstock)
Dream – Meskipun banyak lapangan pekerjaan yang tersedia, masyarakat Indonesia masih sulit menemukan pekerjaan. Penyebabnya, tenaga lokal diklaim belum kompeten.
“ Kesempatannya ada, tapi kesiapan kompetensinya belum sesuai yang diharapkan industri,” kata praktisi ketenagakerjaan, Mutiara Pratiwi, di Jakarta, ditulis Jumat 15 Februari 2019.
Sayangnya, kata Mutiara, kompetensi yang kurang ini tak hanya terjadi pada orang-orang yang berpendidikan minim, tetapi juga lulusan D-3 dan S-1.
" Yang dilihat bukan hanya lulusannya apa, tapi kualitasnya bagaimana. Bisa jadi, karena enggak kreatif dan enggak peka dengan lingkungan sekitar,” kata dia.
Mutiara memaparkan hasil riset World Economic Forum bahwa kemampuan yang dibutuhkan di masa depan adalah berpikir kritis, kreatif dan kolaboratif. " Jadi yang dibutuhkan bukan hanya kemampuan teknis,” kata dia.
Kurangnya kompetensi ini, kata Mutiara, disebabkan oleh akses pendidikan yang minim, skala ekonomi yang timpang, dan dukungan dari lingkungan yang rendah.
Untuk menanganinya, diperlukan pemberdayaan dan pendampingan dari lingkungan.
“ Pertama, pemberian akses pendidikan yang bisa dilakukan oleh siapapun, tidak harus pemerintah. Lalu, lakukan pendampingan supaya punya harapan untuk belajar,” kata dia.
Cara ini, menurut dia, tidak serta-merta bisa langsung terlihat dampaknya. Dampaknya akan terlihat satu dua tahun mendatang.
“ Tapi, saya optimistis, dengan adanya kolaborasi, impact-nya akan terasa,” kata dia.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya