Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
British Petroleum Ingin Membangun 350 SPBU Di Indonesia. (Foto: Dream.co.id/Tri Yuniwati Lestari)
Dream – Pemilik kendaraan di Indonesia bakal mendapat pilihan baru Bahan Bakar Minyak (BBM). Perusahaan Migas asal Inggris dan salah satu raksasa dunia, British Petroleum (BP) berencana membangun 350 Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Tanah Air.
Ratusan SPBU yang akan hadir dalam 10 tahun ke depan itu merupakan hasil kerja sama BP dengan perusahaan Indonesia, PT AKR Corporindo Tbk.
“ Kami senang menghadirkan penawaran dari BP bagi Indonesia dengan memberikan konsumen lokal lebih banyak pilihan untuk bahan bakar dan penawaran layanan kelas pertama,” kata President Director BP-AKR, Peter Molloy, di Jakarta, ditulis Jumat 15 Februari 2019.
Untuk menggaet konsumen, Molloy mengatakan SPBU yang akan hadir di Indonesia akan mengusung konsep one stop shop. Tak hanya menyediakan BBM, komplek SPBU nantinya akan menyediakan fasilitas minimarket, kedai kopi, mushola, toilet, dan internet nirkabel.
“ Harapannya bisa memenuhi (kebutuhan) konsumen yang berbeda-beda,” kata dia.
Merujuk pada target perusahaan, sebanyak 20 SPBU diharapkan sudah bisa dibangun pada tahun ini dan 4 lainnya sudah beroperasi. Setiap tahunnya, BP-AKR menargetkan bisa membangun 35 unit SPBU sehingga dalam 10 tahun ke depan sudah bisa beroperasi sekitar 350 SPBU di Indonesia.
President Director AKR Corporindo, Haryanto Adikoesoemo, mengatakan teknologi yang dilakukan di SPBU BP adalah know flow. Teknologi ini bertujuan untuk mencegah operator berbuat nakal dan konsumen tak bisa membeli bon kosong.
Setiap operator diminta untuk memasukkan nomor pelat kendaraan untuk bisa mengeluarkan isi BBM dan struk pembelian.
“ Teknologi ini untuk mengetahui habit para pelanggan BP dalam mengisi bensin. Nantinya SPBU BP juga akan menyarankan service yang cocok bagi pengendara,” kata dia.
(Sah, Laporan: Tri Yuniwati Lestari)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya