Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Foto: Auto2000
Dream - Setiap stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) menyediakan dispenser berbeda untuk melayani pengisian bahan bakar minyak (BBM) buat pemilik mesin bensin dan diesel. Meskipun berbeda nozzle dan sudah dilengkapi tanda yang jelas, kejadian salah isi BBM masih kerap terjadi.
Customer Satisfaction Development & Marketing Communication Auto2000, Cahaya Fitri Tantriani mengatakan pengendara tetap harus fokus ketika mengisi BBM di SPBU sangat diperlukan agar tidak salah.
“ Terutama untuk model yang berbagi mesin bensin, dan diesel seperti Kijang Innova, dan Fortuner. Pastikan tidak salah isi BBM untuk mencegah masalah pada komponen mesin,” ujar Fitri dikutip dari keterangannya, Sabtu 19 Maret 2022.
Dalam keterangan resminya, dijelaskan bahwa mesin bensin yang terisi solar akan sulit dihidupkan. Mengingat solar membutuhkan kompresi tinggi untuk memicu ledakan di ruang bakar.
Selain itu, tekanan pompa bensin yang lebih rendah ketimbang milik mesin diesel dan suhu percikan api busi yang tidak sesuai titik nyala solar. Sehingga tidak cukup untuk memicu ledakan dalam agar mesin hidup. Maka dari itu, mesin bensin yang kemasukan solar sulit dihidupkan.
" Kalaupun bisa, umumnya karena masih tersisa bensin di tangki BBM," tutur Fitri.
Meski bisa hidup, namun akan tersendat artinya secara langsam tidak teratur seperti biasanya. Bahkan bengkel resmi Toyota Auto2000 sempat menangangi mobil bensin terisi solar yang sempat hidup namun langsung mati, dan tidak dapat dinyalakan kembali.
“ Selagi mesin belum malfungsi, segera menepi dan matikan mesin. Jangan dipaksakan terus berjalan karena berisiko membuat komponen mesin rusak kalau tetiba mati, bahkan jebol kalau melaju di kecepatan tinggi,” tulis keterangannya.
Sementara jika kasusnya terbalik, di mana mesin diesel menggunakan bensin akan sulit dinyalakan. Karena membutuhkan BBM yang dapat terbakar sendiri, sebab hanya mengandalkan kompresi mesin yang tinggi. Sementara bahan bakar untuk mesin bensin membutuhkan busi untuk membakarnya.
Akibatnya, mesin diesel akan sulit dinyalakan karena perbedaan karakter bahan bakar dan kebutuhan mesin. Apabila dipaksakan, mesin peminum solar itu dapat dinyalakan lantaran kompresi mesin dan suhu yang tinggi di dalam ruang bakar sanggup membakar bensin. Tapi bakal ada masalah besar yang terjadi.
Pasalnya, pembakaran tidak dapat diatur sesuai kebutuhan mesin, sehingga mengakibatkan kehilangan tenaga, knocking alias ngelitik, serta membuat komponen mesin rusak bahkan jebol dan berujung harus turun mesin.
Ditambah, mesin diesel membutuhkan bahan bakar yang juga berfungsi sebagai pelumas komponen seperti pompa bahan bakar, dan senyawa kimia itu hanya ada di solar. Sebab bahan bakar bensin tidak memiliki unsur pelumas, alhasil dapat membuat spare parts yang membutuhkan lubrikasi dapat rusak ketika bekerja dalam suhu dan tekanan yang tinggi.
Lalu bagaimama penanganan jika salah isi bahan bakar?
Tenang saja, ada beberapa cara yang dapat dilakukan ketika menyadari salah membeli bahan bakar.
Pertama dengan memindahkan mobil dari pengisian dengan cara didorong dan jangan pernah menyalakan mesin karena memiliki risiko yang besar.
Kedua, jika mesin mobil sudah terlanjur dinyalakan segera matikan dan menepi ketempat aman.
Hubungi bengkel resmi atau mekanik yang terpercaya untuk melakukan pengurasan tangki bahan bakar dan diikuti dengan membersihkan jalur bahan bakar hingga perangkat penyemprot BBM ke ruang bakar.
" " Pastikan tidak salah mengisi BBM untuk mencegah masalah pada komponen mesin, dengan lebih mengawasi langsung proses pengisian. Sebaiknya, biasakan untuk menyebut jenis bahan bakar yang diinginkan pada petugas pengisian bahan bakar. Ini menjadi cara paling simple supaya terhindar dari kesalahan pengisian bahan bakar," tambahnya.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya